Pemimpin Yang Selalu Butuh Afirmasi

oleh -1 Dilihat

Pola yang kedua adalah “kita dipuji negara luar” atau dipuji asing. Ini adalah upaya mendapat pengakuan. Ini mirip seperti bujang-bujang yang mencari afirmasi. Negara mana yang bisa membangun ribuan koperasi dalam setahun? Program MBG kita dipuji negara-negara luar.

Sama seperti “menjadi korban asing” di atas, Prabowo tidak pernah menyebutkan negara mana yang memuji atau heran dengan keberhasilan Indonesia. Entah mengapa tidak pernah disebutkan. Misalnya, saat kunjungan PM India kemarin. Kan bisa dia sebutkan pada saat konferensi pers bersama, “PM Modi kagum dengan keberhasilan program MBG kita.”

Hal seperti itu tidak pernah kita dengar. Jadi, ada kemungkinan ini cuma kebutuhan akan afirmasi — yang sebenarnya tidak pernah diberikan oleh negara-negara luar itu.

Baca Juga  Hari Pelanggan Nasional, PLN Nyalakan Listrik 24 Jam di Pulau Tagalaya

Pola yang ketiga ini yang menurut saya baru dan lucu. Prabowo mengklaim bahwa petani-petani kita makin sejahtera. “Ada yang libur ke luar negeri!” katanya. Di sini saya langsung ingat Pak Giyo, petani pemilik petak sawah di sebelah kebun saya. Pak Giyo bahkan jarang sekali ke ‘negara,’ nama yang dipakai orang Jawa untuk menyebut kota. Padahal, dia berdomisili hanya sekitar 3km dari keraton!

Petani mana yang disebut oleh Prabowo ini? Petani sawit dengan kebun ribuan hektar? Atau petani jeruk dengan luasan beberapa hektar di Tanah Karo sana, yang kalau berobat pergi ke Penang karena di sana pelayanan dan fasilitasnya lebih baik?

No More Posts Available.

No more pages to load.