Dari Namlea Menembus Panggung Proliga, Kisah Pius Janwarin Tak Pernah Menyerah

oleh -4 Dilihat
Pius Andreas Stephanus Janwarin, Nomor Punggung 2

Porostimur.com, Langgur – Tidak semua mimpi lahir dari tempat yang gemerlap. Sebagian justru tumbuh dari lapangan sederhana, dari keringat latihan dan dari kegagalan yang berkali-kali datang sebelum kesempatan akhirnya terbuka.

Begitulah kisah Pius Andreas Stephanus Janwarin, putra Namlea, Maluku, yang sejak remaja menggantungkan mimpinya pada sebuah bola voli.

Dari lapangan sekolah di Namlea, Pius kemudian menapaki perjalanan panjang menuju Ambon hingga Jakarta. Ia memperkuat sejumlah klub, mengantarkan tim meraih gelar juara Livoli, tampil di panggung Proliga, bahkan sempat mengikuti seleksi Pelatnas.

Di luar lapangan, perjalanan itu berjalan beriringan dengan pengabdiannya sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Namun, sebelum semua pencapaian itu datang, Pius terlebih dahulu belajar tentang satu hal penting: tidak menyerah ketika kesempatan belum berpihak.

Baca Juga  Dugaan Setoran Galian C ke Oknum Polisi di Kairatu Mencuat, Pertemuan di Cafe Argropolis Disorot

Pius lahir di Namlea, 28 Januari 1974, dari pasangan Servasius Janwarin dan Petronela Welafubun.

Kecintaannya terhadap bola voli tumbuh sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, ia memiliki satu keinginan sederhana: masuk dalam tim voli SMP Negeri Namlea.

Tetapi keinginan tersebut belum terwujud.

Namanya tidak masuk dalam daftar pemain sekolah.