Oleh: Made Supriatma, Peneliti, jurnalis lepas dan visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapura
Ada yang tidak beres di sini. Presiden kita ini agaknya sangat obsesif dengan luar negeri. Apa-apa dia kaitkan dengan luar negeri atau asing.
Ada beberapa corak dari soal asing dan luar negeri ini dari Prabowo.
Yang pertama, tentu saja pidato bahwa Indonesia “korban asing.” Anda tentu tidak asing dengan suara serak menggelegar yang sering dia ucapkan, “Hai antek-antek asing!” Barusan saja dia pidato bahwa ada negara lain yang tidak senang Indonesia maju. Indonesia negara kaya, tapi ada negara yang berusaha merampok kekayaan Indonesia habis-habisan.
Dan, tentu saja, dia tidak menunjukkan negara mana yang merampok atau yang tidak ingin Indonesia maju. Sebab apa? Karena itu akan membuat krisis diplomatik dan krisis-krisis lain yang tidak perlu.
Namun, sesungguhnya apakah ada negara yang tidak ingin Indonesia maju? Menurut logika sih sebenarnya kebanyakan negara ingin Indonesia itu makmur. Karena kalau makmur, bisa beli produk mereka. Alias, mereka bisa berdagang dengan Indonesia.
Lho bukannya itu merugikan Indonesia? Kalau negara lain menjual barangnya dan kita beli, itu artinya kita rugi kan? Lha yang namanya dagang itu kan ada timbal balik. Mereka jual, kita juga jual. Perkara bahwa kita beli mahal dan jual murah, itu kan pinter-pinternya kita dagang. Kalau kita bodoh, ya kita jual murah dan beli mahal terus.









