Porostimur.com, Dobo – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu di lima desa di Kabupaten Kepulauan Aru terus dikawal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru. Hingga memasuki pekan ke-10 pelaksanaan proyek, progres fisik secara keseluruhan tercatat baru mencapai 31,85 persen, masih tertinggal dari target yang ditetapkan sebesar 37,71 persen.
Data tersebut tercantum dalam laporan pekerjaan Minggu ke-10 periode 14–20 September 2026 yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Aru.
Dengan capaian tersebut, proyek pembangunan PLTS Terpadu mengalami deviasi minus 5,85 persen dari rencana. Pemkab Kepulauan Aru bersama pihak pelaksana kini mendorong percepatan pekerjaan untuk mengejar ketertinggalan pada pekan-pekan berikutnya.
Proyek yang dikerjakan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PT Gerbang Multindo Nusantara–PT Graha Fatta tersebut menyasar lima desa, masing-masing Desa Warialau, Jambu Air, Warabal, Lola dan Karawai.
Kelima lokasi itu mendapatkan pembangunan PLTS dengan kapasitas yang berbeda sesuai kebutuhan dan kondisi wilayah.
Progres Lima PLTS, Warialau dan Jambu Air Paling Dekat dengan Target
Dari lima lokasi pembangunan, Desa Warialau mencatat progres tertinggi. Pembangunan PLTS dengan kapasitas 161,7 kWp itu telah mencapai 36,99 persen, sementara target pada periode yang sama sebesar 37,88 persen.









