Kaidel menambahkan, aspek penting dari program MBG mencakup peningkatan perilaku makan sehat sejak dini, pencegahan malnutrisi, serta penerapan prinsip gizi seimbang ‘Isi Piringku’ dalam setiap sajian makanan.
Dorong Ekonomi Lokal dan Perilaku Sehat
Selain fokus pada gizi, Bupati juga menekankan pentingnya keamanan pangan dan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan yang disajikan kepada siswa dan kelompok penerima manfaat lainnya.
“Kita pastikan makanan yang disajikan aman, bergizi, dan bebas dari zat berbahaya. Di sisi lain, program ini juga membuka peluang ekonomi dengan melibatkan petani, peternak, nelayan, dan UMKM lokal,” jelas Kaidel.
Ia menyebut, program MBG diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru melalui pembangunan dan operasional SPPG, sekaligus meningkatkan peredaran uang di desa lewat pembelian bahan baku dari produsen lokal.
“Dampak sosial dan pendidikan juga besar. Anak-anak jadi lebih fokus, bersemangat, dan ceria saat belajar. Jadi prestasi sekolah bisa ikut meningkat,” tambahnya.
Dengan hadirnya MBG, kata bupati, keluarga kurang mampu kini punya harapan baru karena beban pengeluaran untuk kebutuhan makanan bergizi bisa berkurang.
“Kegiatan ini menyasar penerima manfaat yang paling membutuhkan, dengan bahan pangan lokal untuk mendukung petani daerah dan memperkenalkan cita rasa khas Aru,” tandasnya.
BGN Aru Targetkan 35.000 Penerima Manfaat
Sementara itu, Kepala Korwil BGN MBG Perwakilan Aru Jordan Samloy, dalam laporannya menyebutkan, pelaksanaan tahap awal program ini baru menyentuh 1.000 penerima manfaat, namun target besar sudah menanti.









