Porostimur.com, Dobo – Prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku, tercatat sebesar 33,31 persen pada 2025. Angka ini masih jauh di atas rata-rata nasional yang berada di kisaran 7,89 persen.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka PoU Kepulauan Aru mengalami penurunan tipis sebesar 0,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 33,39 persen. Dalam kurun lima tahun terakhir, penurunan tercatat sebesar 7,11 persen.
Indikator Kerawanan Pangan

Menurut Badan Pangan Nasional, PoU merupakan indikator yang menggambarkan kondisi seseorang yang secara rutin mengonsumsi makanan dalam jumlah tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan energi guna hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator ini digunakan untuk mengukur tingkat kerawanan pangan dan gizi di suatu wilayah.
Dengan angka 33,31 persen, menunjukkan bahwa sekitar sepertiga penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru masih berada dalam kondisi konsumsi energi yang belum mencukupi.
Posisi di Maluku
Dibandingkan dengan 10 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku, Kepulauan Aru berada di urutan ke-8 dalam tingkat PoU.
Wilayah dengan tingkat PoU terendah adalah Kota Ambon dengan 24,78 persen, sementara yang tertinggi adalah Kabupaten Buru Selatan dengan 36,17 persen.









