Pengamat: Anies Baswedan Tengah Membabat Semak Belukar Politik Menuju Pilpres 2024

oleh -55 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno mengatakan, kedatangan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ke daerah menyiratkan kritik terhadap pemerintah.

Dia menyebut, Anies tidak hanya menjalankan kerja politiknya untuk mengamankan stok beras Ibu Kota, tapi juga mengkritik kebijakan impor beras.

“Dia sebenarnya mengkritik pola-pola pemerintah yang selama ini gonjang-ganjing soal impor beras,” kata dia saat dihubungi, Kamis (29/4/2021).

Sebelumnya, Anies mengunjungi panen raya padi di Cilacap, Jawa Tengah pada pertengahan bulan ini. Pemerintah DKI melalui PT Food Station Tjipinang Jaya bekerja sama dengan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur di Desa Jenang, Majenang, Cilacap agar stok beras di Ibu Kota mencukupi.

Pada 25 April 2021, Anies juga menyambangi Desa Geneng, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Dia menandatangani kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Ngawi di Desa Geneng perihal sistem resi gudang untuk stok beras Jakarta.

Menurut dia, Jakarta sangat bergantung pada daerah soal penyediaan produk pertanian. Kerja sama ini juga sebagai bentuk balas budi kepada para petani.

Adi menilai, Anies kerap membuat diferensiasi politik dengan pemerintah pusat. Hal itu tampak dari sikap dan kebijakan politik Anies yang selalu berseberangan dengan pemerintah pusat. Salah satunya soal stok beras yang tak perlu impor.

Baca Juga  Suntikan Dana Rp 22 Triliun ke Jiwasraya Tidak Beradab

“Di tengah isu impor yang menggurita, Anies seakan memberikan pesan secara langsung kepada publik, ngapain impor, toh stok beras di mana-mana,” kata dia.

Safari Anies, kata Adi, juga salah satu bagian dari jalan panjang menuju Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

Dia berpendapat, Anies sebenarnya tak perlu jauh-jauh ke Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Pemerintah DKI bisa saja bekerja sama dengan Banten dan Jawa Barat yang menurut Adi memiliki banyak lumbung padi.

“Anies Baswedan sedang membabat semak belukar politik mengaspal jalan panjang menuju 2024,” kata pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Komentar Gerindra

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta Syarif membeberkan, bahwa kunjungan kerja Anies ke Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) terkait kerja sama pangan di luar sepengetahuan Gerindra, sebagai salah satu partai pengusung.

Baca Juga  Alien Mus Minta Pemerintah Lebih Serius Tangani Coronavirus

“Yang ke Jawa Timur tidak diajak. Biasanya, kalau bicara Pak Anies pasti komunikasi. Ini tidak didesain, karena itu saya mengatakan bagus, teruskan karena tidak didesain secara politik,” kata Syarif kepada awak media, Rabu (28/4/2021).

Pihaknya juga tidak diajak untuk berunding terlebih dahulu terkait pertemuan Anies dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di sela-sela kunjungan kerja itu.

Khofifah sendiri memenangi Pilgub Jatim 2017 diusung oleh Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Nasdem.

“Bebas saja, dia mau jalan sendiri tetapi dalam konteks menyelesaikan tugas dia di DKI sebagai gubernur, Pak Anies selalu diminta oleh Partai Gerindra tetap berfokus bekerja,” tuturnya.

Baca Juga  Satu Lagi Manfaat Industri Hulu Migas, Segera Terwujud di Kabupaten Teluk Bintuni

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berkunjung ke Joglo Kemenangan Anies Calon Presiden (Capres) 2024 yang terletak di komplek gudang milik Wakil Ketua Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras (Perpadi) Jakarta Billy Haryanto, Sragen, Jawa Tengah pada Sabtu (24/4/2021).

Kunjugan ke Joglo pemenangan itu berlangsung setelah Anies terlebih dahulu menyambangi sejumlah pabrik beras di Sragen dan Karanganyar pada Sabtu kemarin.

Salah satu pengusaha beras yang menyambut Anies adalah Billy Haryanto, Wakil Ketua Perpadi Jakarta.

“Pak Gubernur pesan beras untuk menghadapi Lebaran,” kata Billy dalam siaran persnya, Ahad (25/4/2021).

Di luar agenda kunjungan terebut, Billy mengatakan dulu dirinya mendukung pasangan Jokowi-Jusuf Kalla dan Jokowi-Maruf Amin pada Pilpres 2014 dan 2019.

“Di tempat inilah para relawan Jokowi kumpul waktu itu. Karena Jokowi sudah enggak bisa nyalon lagi, maka saya pilih Anies. Saya yakin Anies peluangnya besar sekali untuk menang,” kata Billy.

(red/bisnis.com/tempo.co)