Porostimur.com, Ambon – Jumlah pengangguran terbuka di Provinsi Maluku pada tahun 2025 mencapai 61.755 orang. Data ini bersumber dari Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Jumat (27/3/2026).
Dari total tersebut, Kota Ambon tercatat sebagai wilayah dengan angka pengangguran tertinggi, yakni mencapai 21.240 orang, disusul Kabupaten Maluku Tengah sebanyak 15.811 orang.
Sementara itu, daerah dengan jumlah pengangguran paling rendah adalah Kabupaten Buru Selatan dengan 541 orang, diikuti Kepulauan Aru sebanyak 1.033 orang dan Maluku Barat Daya sebanyak 1.214 orang.
Ketimpangan Antarwilayah Masih Terlihat
Jika dilihat secara rinci, sebaran pengangguran di kabupaten/kota menunjukkan ketimpangan yang cukup mencolok.
Selain Ambon dan Maluku Tengah, beberapa daerah lain dengan angka cukup tinggi antara lain Seram Bagian Barat (5.822 orang), Maluku Tenggara (3.877 orang), Tual (3.862 orang), dan Kabupaten Buru (3.604 orang).
Sementara itu, Kabupaten Seram Bagian Timur mencatat 2.146 orang pengangguran, Kepulauan Tanimbar 2.605 orang, dan Maluku Barat Daya 1.214 orang.
Data ini menggambarkan bahwa pusat-pusat aktivitas ekonomi seperti Ambon dan Maluku Tengah justru menyumbang angka pengangguran lebih besar, yang umumnya dipengaruhi oleh urbanisasi dan tingginya angkatan kerja.









