Pengembangan Obyek Wisata Pulau Kasa Tunggu Izin

oleh -89 views
Link Banner

Porostimur.com, Piru – Pulau Kasa yang berada di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku merupakan lokasi yang dapat dijadikan tempat wisata, karena keindahan lautnya yang sangat memanjakan mata.

Dengan hamparan pasir putih dan jenis spesies hewan langka yang hidup di pulau itu, dapat menjadi daya tarik bagi wisata nasional bahkan manca negara nantinya.

Saat dikonfirmasi di kantor Dinas Pariwisata SBB, Piru, Selasa (17/5/2022), Kepala Dinas Pariwisata Jan Soukota yang ditemani Kepala Bidang Pemasaran Wisata dan Ekonomi Kreatif Rahman Pari menuturkan, tahapan perizinan pengelolaan secara terbatas untuk tempat pariwisata Pulau Kasa masih dalam tahap pengurusan perizinan dan sudah masuk di tahapan kedua, dikarenakan untuk wilayah daratnya pulau kasa termasuk dalam zona margasatwa sedangkan untuk di lautnya masuk di konservasi taman alam bawah laut.

Baca Juga  Tua-tua Keladi, Mick Jagger Terus Berkibar Bersama The Rolling Stones

Saukota mengatakan, Dinas Pariwisata Kab. SBB akan melewati tiga tahapan untuk memperoleh izin.

Tahap pertama sudah dilewati yaitu koordinasike dengan TWAL (taman wisata alam laut ) dan SM (suaka margasatwa) dengan menyampaikan surat permohonan, ke BKSDA Maluku, ada kemajuan.

Kedua kita bicarakan tentang titik – titik atau spot lokasi yang dijadikan daerah wisata yang kita akan urus ijinnya, karena Pulau Kasa masuk di zona taman wisata alam laut dan termasuk kategori hutan lindung.

Tahap ketiga yaitu examplen, identifikasi dan melihat zona terbatas mana saja yang dapat diberikan ijin untuk dijadikan kepentingan wisata, dwngan diidentifikasi agar dijadikan laporan untuk diajukan ke kementerian melalui dirjen konservasi.

“Kemarin karena waktu memasuki hari raya dan sekarang berakhirnya masa jabatan bupati sambil menunggu pejabat bupati baru maka dari itu direncanakan awal bulan Juni kita lanjut untuk mengurus perizinan,” ujarnya.

Baca Juga  DPC GMNI Medan Sayangkan Kongres GMNI XXI Tidak Mencerminkan Semangat Kekeluargaan

Adapun bangunan pariwisata di Pulau Kasa yang telah dibangun oleh pemerintah SBB, sekitar tahun 2015 – 2016, yang saat ini sudah rusak dan tidak terpelihara, Soukota mengatakan dari pihak BPK (Badan pemeriksa keuangan) lagi melakukan pemeriksaan karena ada temuan.

Saukota mengharapkan kegiatan pengembangan ini sudah bisa dilakukan satu atau dua tahun kedepan sehingga bisa membuka arus wisatawan ke Pulau Kasa.

“Itu akan menjadi multiple efek terutama bagi masyarakat, dan masyarakat juga akan mendapat manfaat langsung karena menjadi salah satu pelaku usaha pariwisata, bisa jadi pelaku ekonomi, atau pemandu wisata. (Kahar)