“Ini bahkan lebih penting sekarang ketika situasi di kawasan itu menyerukan de-eskalasi.”
NATO juga menyatakan keprihatinan soal ini. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan pengerahan pasukan dan perangkat keras militer tengah berlangsung di bawah penyamaran bernama latihan militer.
“Ini adalah pasukan yang sangat mampu, siap tempur, dan … tidak ada transparansi dalam pengerahan,” katanya Januari saat pengumuman latihan pertama diberikan.
“Tentu saja, ini menambah kekhawatiran kami. Ini menambah ketegangan dan menunjukkan bahwa tidak ada de-eskalasi. Sebaliknya, sebenarnya lebih banyak pasukan, lebih banyak kemampuan di lebih banyak negara.”
Sebelumnya Dr. Robert Farley, pengajar studi keamanan dan diplomasi di The Patterson School di AS mengatakan konflik Rusia dan Ukraina memang bisa jadi awal mula Perang Dunia III (World War 3).
“Titik nyala yang memungkinkan untuk perang kekuatan besar di tahun 2022 terletak di sepanjang perbatasan antara Rusia Ukraina,” tulisnya dalam artikel 19fortyfive.
(red/cnbc-indonesia)





