Perjalanan Dakwah Maulana Malik Ibrahim (Sunan Gresik) di Tanah Jawa

oleh -432 views

5. Akhir Hayat di Gapura

Maulana Malik Ibrahim menghabiskan sisa hidupnya di Desa Gapura, Gresik, dengan terus berdakwah hingga akhir hayatnya. Makam Sunan Gresik terletak di Kampung Gapura, Kota Gresik.

Menurut inskripsi yang terdapat di makam, beliau wafat pada tahun 882 H/1419 M. Pada batu nisan makamnya, tertulis:

  • Laa ilaaha illallaah
  • QS. al-Baqarah ayat 225
  • QS. Ali ‘Imran ayat 185
  • QS. ar-Rahmaan ayat 26-27
  • QS. at-Taubah ayat 21-22

Selain itu, terdapat penjelasan bahwa Maulana Malik Ibrahim adalah seorang tokoh terhormat, guru kebanggaan para pangeran (mafkharul umaraa), penasihat raja dan para menteri (‘umdatus salathin wal wuzaraa), dermawan kepada fakir miskin (wa ghaisul masaakiin wal fuqaraa’), dan berbahagia karena syahid (as-sa’iidusy syahid thiraazu bahaaid daulah).

Baca Juga  Antisipasi El Nino 2026, Distan Kota Tual Siapkan Perencanaan Musim Tanam

Metode Dakwah Maulana Malik Ibrahim

Berdasarkan sumber sebelumnya, metode dakwah yang digunakan oleh Sunan Gresik adalah sebagai berikut.

1. Pendekatan Dakwah yang Persuasif dan Ramah

Maulana Malik Ibrahim menyebarkan Islam dengan pendekatan yang penuh kehangatan dan persuasif, menghindari konfrontasi langsung terhadap kepercayaan lokal. Sikap ramahnya berhasil menarik minat banyak orang untuk memeluk Islam secara sukarela.

Selain itu, mengutip buku Pengantar Sejarah Dakwah karya Wahyu Ilaihi, S.Ag., M.A. dkk ·, Sunan Gresik juga melakukan pendekatan dakwah dengan bergaul bersama para remaja setempat. Dengan berinteraksi langsung, beliau dapat memahami karakter mad’u, sehingga bisa menentukan metode yang tepat dalam menyampaikan ajaran Islam.

No More Posts Available.

No more pages to load.