“Pulisi terang-terangan menusuk kita dari depan. Temtara diam² menusuk kita dari belakang. Kita? M A T I,” cuitnya.
Sejumlah warganet ikut mengomentari tulisan rekan dari Noe Letto tersebut. Banyak di antara mereka yang mempunyai rasa kecewa yang serupa dengan Patub.
“Terus masih banyak yang belain. Aneh emang ini. Udah tahu harusnya saling jaga saling bantu antar warga,” komentar warganet.
“Mau jadi pemimpin dan wakil rakyat minta mandat ke rakyat. Rakyat ditusuk dari depan dan belakang, diracunin oleh wakilnya, nasibmu apes,” imbuh netizen yang lain.
![Unggahan Patub, gitaris Letto soal revisi Undang-Undang TNI. [X]](https://i0.wp.com/media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/16/27891-unggahan-patub-gitaris-letto.jpg?w=1140&ssl=1)
Sebagai informasi, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan mengkritik langkah Komisi I DPR RI dan pemerintah yang mengadakan pembahasan revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont, Jakarta, pada Sabtu (15/3/2025).
Mereka mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam menerapkan efisiensi anggaran yang sebelumnya telah diinstruksikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Pemerintah Indonesia seakan tidak memiliki rasa malu dan hanya berpura-pura peduli di tengah upaya efisiensi anggaran, serta mendorong penghematan belanja negara, bahkan mengurangi alokasi dana untuk sektor-sektor penting, termasuk pendidikan dan kesehatan,” ujar Wakil Koordinator KontraS, Andri Yunus, yang mewakili Koalisi Masyarakat Sipil.









