“Access to Market dalam satu ekosistem UMKM yang mutualis akan menambah daya gebrak UMKM di wilayah timur Indonesia agar bisa akselerasi, tentu dengan Cost of Capital yang sangat rendah yang ditawarkan oleh Program Kemitraan Pertamina,” tambah Edi Mangun, Unit Manager Communication, Relations & CSR Marketing Operation Region VIII.
Pertamina menyadari bahwa peran UMKM sangat membantu dalam hal penciptaan lapangan kerja baru, peningkatan kemandirian serta kewirausahaan dan bergeraknya perekonomian daerah. Pertamina telah memberikan bantuan modal usaha kepada ± 2.582 UMKM di Papua, Papua Barat, Maluku dan Maluku Utara.
Dengan bergabungnya 27 mitra baru dari wilayah Ambon, maka jumlah mitra UMKM Pertamina MOR VIII telah menembus angka 2.609 mitra binaan yang berada dalam ekosistem yang saling menguntungkan antara satu jenis usaha dengan usaha lainnya.
Setelah menjadi Mitra Binaan Pertamina, maka Mitra dapat memiliki akses permodalan, akses pasar Pertamina Grup dan jaringan UMKM Pertamina, serta akses peningkatan kompetensi dimana mitra binaan diwajibkan mengikuti pelatihan dan pendampingan mengenai kewirausahaan.
Selain penyaluran modal usaha melalui bantuan modal usaha dana bergulir Program Kemitraan (PK) saat ini Pertamina juga tengah melakukan sosialisasi program Pinky Movement. UMKM Program ini merupakan bagian dari program pembiayaan dan pembinaan kepada UMKM yang bersentuhan langsung dengan rantai bisnis Pertamina.




