Plafon Pasar Tuwokona Halsel Ambruk, Satu Orang Dilarikan Ke Rumah Sakit

oleh -36 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Plafon salah satu pasar yang berada di Desa Tuwokona, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) ambruk dan menimpa sejumlah pedagang yang sedang berjualan di pasar tersebut.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam ambruknya plafon tersebut. Beberapa pedagang diantaranya hanya mengalami luka ringan di kaki dan tangan.

Salah seorang warga yang terluka di bagian kepala akibat tertimpa plafon bangunan dilarikan ke rumah sakit.

Korban bernama Damra Muhammad Umur (48) saat ini masih dirawat di RSUD Labuha.

Link Banner

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kejadian tersebut terjadi pada Ahad (21/3/2021) sekira pukul 01.40 WIT tadi. Belum diketahui penyebab ambruknya plafon ini.

“Pasar taromba (ambruk, red), ada yang korban. Pasar tengah, Tuwokona,” kata salah seorang pedagang dalam rekaman video tersebut.

Baca Juga  PMII Cabang Ambon minta Jokowi tolak revisi UU MD3

Dalam rekaman video itu juga, terdapat sejumlah pedagang yang menyampaikan protesnya. Mereka meminta agar segera dipindahkan ke lokasi pasar yang lebih layak.

“Sudah harus pindah. Tidak boleh disini. Pindah di mana atau dimana, pemerintah harus segera carikan tempat,” ujar pedagang di pasar itu.

Mereka juga meminta kepada pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halsel agar segera turun menangani masalah ini.

Sekretaris Disperindag Halsel, Hi Ahmad Basyir, dikonfirmasi via telpon genggam mambenarkan adanya korban dari ambruknya plafon pasar ikan tersebut.

“Ia benar satu wanita warga Desa Labuha kami larikan ke RSUD Labuha untuk dirawat, Alhamdulillah kata dokter tidak parah sebab tidak ada luka parah, korban sudah ditangani tim medis dan hanya butuh istirahat. Sementara Kami (Disprindag) yang tangani,” ungkapnya.

Baca Juga  FGD Cegah Radikalisme, Terorisme dan Anti Pancasila di Wilayah Polda Maluku Tahun 2020

Untuk diketahui, pasar yang dibangun sekitar tahun 2017 ini, melekat pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) dengan kisaran biaya Rp 60 milyar dari SMI.

Pasar tersebut juga belum dilakukan serah terima dari pihak ketiga ke Pemda setempat namun sudah digunakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Prindag) kurang lebih 1 tahun lamanya dan telah dilakukan penarikan retribusi pedagang.

Saat ini kondisi Pasar Saruma, Desa Tuwokona khususnya bagian pasar ikan sebagian plafon ambruk dan sementara pekerjaan dilakukan pihak ketiga. (adhy)