Polairud Polda Sulut Desak Polres Bitung Tindak Tegas Pelaku Pengeroyokan Anggotanya

oleh -174 views
Link Banner

Porostimur.com | Bitung: Kasubdit Gakkum Polairud Polda Sulut, AKBP Makadomo, angkat bicara terkait pengeroyokan sekolompok pemuda Tandurusa terhadap salah satu anak buahnya.

Menurut Makadomo, sebagai pihak korban meminta kepada penyidik Polres Bitung agar kasus ini diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

Apalagi, beberapa dari mereka (para Pelaku) keluar masuk penjara (residivis) dengan melakukan kasus yang sama.

“Untuk itu, kalau yang namanya pelaku kriminal tidak mengenal dia anak siapa, mau anak pejabat maupun bukan pejabat, sama kedudukan dimata hukum’, ujarnya.

Kapolsek Aertembaga, Iptu Muhammad Hasbi SIK mengatakan, pelaku pengeroyokan anggota Polairud Polda Sulut, Brigadir Hendra Porabuga (32), berjumlah empat orang dan saat ini sudah diamankan di dalam sel tahanan Polres Bitung.

Baca Juga  Bupati KTT Tekankan Pilkades Serentak 2021 Harus Bebas dari Intimidasi

Empat orang pelaku yang dimaksud berinisial MH alias Ino (18), warga Kelurahan Tandurusa, JG alias Jordan (20), warga Kelurahan Tandurusa, NAPK alias Adit (23), warga Makawidey dan AB alias Almi (18), warga Kelurahan Tandurusa.

Keempat pelaku pengeroyokan

Dari ke empat pelaku, MH dan JG merupakan residivis kasus penganiayaan dengan menggunakan senjata tajam diwilayah Kecamatan Aertembaga.

Kronologis kejadian, diacara syukuran keluarga Pulisir – Budiman, warga Kelurahan Tandurusa, Ino dan Brigadir Hendra terjadi adu mulut dilokasi acara.

Usai cekcok, 15 menit kemudian Brigadir Hendra keluar dengan maksud mencari Ino. Tiba – tiba, terjadi aksi kejar – kejaran antara pelaku dan korban.

Brigadir Hendra Porabuga

Melihat aksi tersebut, Jordan dan Adit langsung menyerang Brigadir Hendra dengan sebilah pisau, Ino memukul dengan kursi plastik dan Almi hanya memukul dengan menggunakan tangan dan kaki.

Baca Juga  Jalani New Normal, Masyarakat Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Setelah melakukan penganiayaan secara bersamaan, ke empat pelaku langsung lari meninggalkan lokasi kejadian. Brigadir Hendra yang sudah bersimpah darah, dilarikan ke Rumah Sakit Budi Mulia.

Dari hasil pemeriksaan tim medis, Brigadir Hendra mengalami luka tikaman sebanyak 13 luka pada bagian tubuh, 7 punggung belakang, 4 dada dan 2 leher belakang.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (3) KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. (Dan)