Portugal dan Prancis Tersungkur Cepat, Jerman Menyusul?

oleh -72 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Grup F yang disebut-sebut sebagai grup neraka di EURO 2020 benar-benar menghadirkan kiamat buat para penghuninya. Dua kandidat juara sudah tersingkir cepat setelah keluar dari grup maut itu.

Sejak drawing alias undian pembagian grup EURO 2020 dilakukan, Grup F sudah disebut-sebut sebagai grup neraka.

Bagaimana tidak? Di grup itu berkumpul 3 tim kuat Eropa yang sama-sama pantas menjadi kandidat juara EURO 2020.

Ada Prancis yang berstatus juara Piala Dunia 2018, Portugal sebagai juara bertahan Piala Eropa, dan Jerman yang selalu menjadi unggulan juara dari turnamen ke turnamen.

Hongaria, yang tadinya dianggap tim kurcaci, ikut-ikutan meramaikan grup neraka dengan membuat situasi Grup F semakin rumit.

Hongaria sempat merecoki persaingan Prancis, Portugal, dan Jerman sehingga dua negara yang disebut terakhir masih harus memperjuangkan kelolosan mereka ke babak 16 besar pada pertandingan terakhir fase grup.

Baca Juga  Buka Musda Gapensi Maluku, Assagaff titip 3 pesan

Pada akhirnya, tiga kandidat juara itu semua berhasil mendapatkan tiket ke babak 16 besar.

Namun, dua dari tiga alumnus grup neraka EURO 2020 sekarang menemui kiamatnya dengan terlalu dini.

Foto ilustrasi Euro 2020.

Portugal dan Prancis dipastikan tersingkir terlalu cepat dengan sudah masuk kotak di babak perdelapan final EURO 2020.

Portugal dikalahkan dengan skor 0-1 oleh sesama kandidat juara karena merupakan tim nomor satu dunia saat ini, Belgia.

Yang mengejutkan adalah Prancis karena mereka takluk di tangan Swiss, yang cuma lolos ke 16 besar EURO 2020 sebagai salah satu peringkat 3 grup terbaik.

Intensitas dan kerasnya persaingan di Grup F boleh jadi telah menguras semua kekuatan Portugal dan Prancis.

Baca Juga  Kemenangan Atletico di Piala Super Spanyol Habisi Sepak Bola Dominan

Cristiano Ronaldo dipaksa mengeluarkan semua kesaktiannya di fase grup dengan dia berhasil mencetak 5 gol buat Portugal dalam 3 laga.

Di 16 besar, Ronaldo mejan dan gagal menjebol gawang lawan.

Sementara itu, pertahanan Prancis yang sebelum EURO 2020 tak kebobolan dalam 5 laga bocor sejak di fase grup.

Bintang utama Les Bleus, Kylian Mbappe, malah mandul tak pernah mencetak gol. 

Hampir kalah dari Hongaria dan gagal mempertahankan keunggulan saat melawan Portugal sudah menjadi pertanda kiamat bagi Prancis.

Ketika menghadapi Swiss, pertahanan kembali mengkhianati Prancis.   

Sudah unggul 3-1 dengan pertandingan tersisa 10 menit, Les Bleus dipaksa bermain 3-3 dan akhirnya kalah adu penalti 4-5.

Kylian Mbappe lagi-lagi tak mampu mencetak gol dan justru menjadi penentu kegagalan Prancis saat penaltinya bisa diblok oleh penjaga gawang Swiss.

Baca Juga  Egy Maulana Vikri Cetak 2 Gol dan 2 Assist, Lechia Gdansk II Menang Telak

Satu alumnus Grup F tersisa di babak 16 besar di mana Jerman akan melawan Inggris pada Rabu (30/6/2021) dinihari nanti.

Menarik ditunggu apakah Jerman akan mengikuti jejak Portugal dan Prancis, yang menemui kiamatnya di EURO 2020 setelah keluar dari grup neraka, atau mereka bisa selamat dan lolos ke babak selanjutnya.

(red/bolasport)