SMRC dan Indikator melakukan survei dengan sejumlah simulasi: semi terbuka dan tertutup. Hasilnya, elektabilitas Prabowo jauh tertinggal di bawah Dedi Mulyadi. Survei SMRC semi terbuka (5-19 Juli): Tertinggi Dedi Mulyadi 35 persen, disusul Prabowo Subianto 14,5 persen, lalu Anies Baswedan 8,2 persen. Sedangkan Gibran 7,7 persen, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) 4,9 persen dan Ganjar Pranowo 4,2 persen.
Sementara hasil survei semi terbuka Indikator (tgl 14-24 Juli): Dedi Mulyadi 32,4 persen, Prabowo 18,8 persen dan Anies Baswedan 11,6 persen. Sementara Gibran 5,9 persen, AHY 5,8 persen dan Ganjar Pranowo 4,5 persen.
Kedua survei menunjukkan bahwa elektabilitas Dedi Mulyadi berada di posisi teratas. Apakah ini kinerja Dedi Mulyadi seorang diri, atau ada tokoh besar yang sedang memainkannya? Rumor beredar Dedi Mulyadi mulai berseteru dengan elit Gerindra. Bahkan kabarnya akan balik ke Golkar. Ketum Golkar adalah Bahlil. Dan Bahlil adalah orang kepercayaan Jokowi. Jika info ini valid, tentu bukan sebuah kebetulan.
Apakah hasil survei ini bisa berubah? Sangat bisa ! Hanya saja, berdasarkan pengalaman jika elektabilitas penguasa mengalami trend turun, apalagi dalam jangka panjang, maka akan sulit recovery. Bukan tidak mungkin, tapi cukup sulit. Trend tingkat kepuasan, trust, ekspektasi dan elektabilitas yang terus turun menjadi tantangan bahkan ancaman politik bagi posisioning Prabowo.









