Porostimur.com, Ambon – Ambon tidak hanya hadir sebagai sebuah kota dalam lomba cipta puisi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Ambon ke-451 tahun 2026. Kota ini menjelma menjadi rumah, ingatan, tradisi, laut, kuliner, bahasa, kerinduan hingga identitas yang hidup dalam pengalaman para penyair.
Dari sejumlah karya yang dinilai, Dewan Juri yang terdiri dari Dwi Prihandiri, Dino Umahuk dan Embong Salampessy menetapkan tiga puisi sebagai pemenang utama serta enam karya lainnya sebagai puisi favorit.
Tiga karya terbaik tersebut masing-masing “Senja di Kaki Gunung Sirimau” karya Marianna Claartje Nussy sebagai Juara I, “Membaca Ambon Dalam Diri Seseorang” karya Narapetra sebagai Juara II, dan “Ambon After Rain” karya Aletheia Chr. Pattiasina sebagai Juara III.
Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian tema dengan semangat HUT Kota Ambon ke-451, orisinalitas gagasan, kedalaman penghayatan terhadap Ambon dan masyarakatnya, kekuatan diksi, imaji, metafora, simbol dan majas, struktur serta musikalitas puisi.
Selain itu, dewan juri juga melihat kekuatan emosional, daya gugah, serta kemampuan penyair menghadirkan identitas Ambon secara kreatif, bukan sekadar melalui penggambaran tempat dan ikon kota.





