Pandangan serupa disampaikan legenda Inggris Wayne Rooney. Ia menilai Messi mungkin tidak banyak berkontribusi ketika bertahan, tetapi selalu mampu mengubah jalannya pertandingan lewat aksi individu pada momen-momen krusial.
“Menjaga Lionel Messi membutuhkan konsentrasi dan komunikasi yang sangat baik. Dia selalu tahu kapan harus muncul dan mengambil keputusan yang tepat,” kata Rooney.
Argentina Punya Kedalaman Skuad, Inggris Bisa Manfaatkan Faktor Kebugaran
Di sisi lain, kemenangan dramatis atas Swiss diperkirakan menguras banyak energi pemain Argentina. Sebelumnya, saat menghadapi Mesir, Messi bahkan mengakui kondisi fisiknya mulai terkuras akibat padatnya pertandingan.
Faktor kebugaran ini berpotensi menjadi celah yang dapat dimanfaatkan Inggris untuk menekan sejak awal laga.
Namun, Argentina tetap memiliki modal penting berupa kedalaman skuad. Kehadiran pemain-pemain pelapis yang mampu memberi dampak instan menjadi salah satu kekuatan Albiceleste.
Julian Alvarez menjadi contoh nyata. Masuk menggantikan Messi saat menghadapi Swiss, penyerang Manchester City itu langsung mencetak gol di babak perpanjangan waktu dan menjadi inspirasi kemenangan Argentina.
Keberadaan pemain-pemain seperti Alvarez membuat Argentina tidak hanya bergantung pada Messi. Kemampuan para pemain pelapis tampil menentukan di momen penting bisa menjadi faktor pembeda ketika menghadapi Inggris dalam duel perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026.









