PSSI: Alfin Lestaluhu Meninggal karena Encephalitis

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Bek Timnas Indonesia U-16Alfin Lestaluhumeninggal dunia dikabarkan karena penyakit encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbuminemia.

Kabar tersebut diungkap PSSI melalui situs resmi federasi. PSSI mengabarkan Alfin meninggal dunia di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, pukul 22.11 WIB pada Kamis (31/10).

“Keluarga besar PSSI mendoakan yang terbaik untuk Alfin dan keluarga. Kami sangat kehilangan. Terima kasih atas sumbangsih Alfin untuk tim nasional Indonesia,” kata Sekjen PSSI Ratu Tisha Destira.

PSSI mengabarkan berdasarkan diagnosa dokter, Alfin meninggal karena penyakit encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbuminemia. Jenazah Alfin rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Ternate, Ambon.

Penyakit encephalitis berdasarkan Perpustakaan Kedokteran Amerika Serikat adalah infeksi virus atau bakteri. Di tingkat yang parah radang otak tersebut menimbulkan gejala seperti sakit kepala berat, demam mendadak, muntah, mengantuk, kebingungan, dan kejang.

Baca Juga  Laturiuw tutup kegiatan Porseni SMA Swasta Kristen YPKPM Ambon

Alfin sebelumnya merupakan salah satu korban gempa yang mengguncang Ambon pada 26 September lalu. Pemain yang berposisi sebagai bek kanan itu sempat dirawat di Rumah Sakit Tentara, Ambon, sebelum mendapat perawatan lebih lanjut di Jakarta.

Alfin adalah andalan Timnas Indonesia U-16 di bawah asuhan pelatih Bima Sakti. Alfin sukses membawa Timnas Indonesia U-16 ke putaran final Piala Asia 2020 yang akan digelar di Bahrain. 

Sebelumnya, kabar duka yang menyelimuti dunia sepakbola tanah air ini disampaikan langsung melalui akun instagram resmi PSSI. 

Telah berpulang menghadap Sang Pencipta, Alfin Farhan Lestaluhu. Semoga amal ibadah dan segala kebaikan diterima Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih atas jasa-jasamu untuk Indonesia, Alfin,” seperti dikutip Kamis (31/10) malam. (red/rtl)

Baca Juga  Dunia Memperingatkan Pemerintah Korea Selatan Mengenai Penindasan Agama, Hak Asasi Manusia dan Perdamaian dengan Menggunakan COVID-19