Puluhan Kubik Kayu Ilegal dari Hutan Pulau Buru Diamankan Polisi

oleh -227 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Empat mobil truk yang mengangkut kayu dari hutan pulau Buru menuju Kota Namlea berhasil diamankan Polisi dan petugas KPH Kabupaten Buru pada Kamis 18 Juni, sekira pukul 07.00 WIT tadi malam.

Kayu berjenis kayu balsa diangkut dari kawasan Unit 17, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru oleh seorang pembeli berinisial “R” (38).

Awalnya tiga truk bermuatan kayu melintasi jalan poros yang merupakan wilayah Polsek Wayapo. Aktifitas pengangkutan ini kemudian mengundang kecurigaan Polisi saat melintasi pos Polsek

Untuk memastikan kecurigaannya. Polisi kemudian menyetop truk dan meminta sopir berhenti serta menunjukan surat-surat dan kelengkapan perihal ijin pengangkutan kayu yang siap dikirim keluar daerah tersebut.

Link Banner

Karena tidak dapat menunjukan kelengkapan surat yang diminta. Polisi akhirnya menelusuri tentang siapa pemilik kayu puluhan kubik tersebut.

Baca Juga  Ratusan Mahasiswa Unipas Morotai Gelar Aksi Tolak RUU Kontroversial

Usai mendapatkan si pemilik dan memeriksa kelengkapan surat yang dimiliki, ternyata diketahui surat-surat tersebut tidak lengkap sehingga tidak memenuhi ijin sesuai peraturan yang berlaku.

Sempat terjadi pembelaan oleh pelaku yang mengatakan aktifitasnya legal karena mengantongi ijin nota angkut

Namun karena dianggap tidak memenuhi syarat kelengkapan, Polisi akhirnya melakukan penyitaan dan pengamanan terhadap pelaku yang terdiri dari satu orang pemilik kayu, empat orang supir, empat unit truk bermuatan puluhan kubik kayu.

Para pelaku dan barang bukti pun digelandang ke Mapolres Pulau Buru pada Jumat dini hari tadi.

Petugas KPH Dinas Kehutanan Provinsi, M Raja Fataruba, yang berkantor di Kabupaten Buru mengaku pihaknya bekerjasama dengan Kepolisian melakukan tindak pengamanan sambil melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Kehutanan Provinsi.

Baca Juga  Bantuan Korban Gempa Ambon Belum Diserahkan Seluruhnya

“Yang kami lakukan saat ini bekerjasama dengan Kepolisian hanya melakukan penahanan sementara. Kita belum tahu apakah akan diproses hukum atau menunggu keputusan provinsi, terkait kelengkapan surat yang belum terpenuhi”, katanya.

Raja menambahkan, puluhan kubik kayu ini rencanaya akan di kirim dari Pulau Buru menuju Pulau Jawa, namun di tengah perjalanan terbentur ijin sehingga ditolak pihak pelabuhan untuk dimasukan dalam peti kemas.

“Kami sempat mendapat info, sebelum diamankan, R sempat berencana menempuh jalur ilegal dengan cara menawarkan sejumlah fee kepada pihak KPH dan pihak pelabuhan agar memuluskan urusan pengangkutan kayu keluar daerah, namun upaya tersebut ditolak”, tambahnya

Raja bilang, sambil menunggu keputusan provinsi, kelima orang yang diduga pelaku masih mendekam di Mapolres Pulau Buru. (ima)