Purbaya Pergi, Siapa yang Bisa Mengerem “Ruda Pungo” Fiskal Kita?

oleh -9 Dilihat
Guru Besar Sosiologi Universitas Syiah Kuala (USK), Prof Dr Ahmad Humam Hamid

Purbaya turun. Suahasil naik. Kamera pelantikan sudah dimatikan. Pasar kembali membuka kalkulator.

Sementara itu, di kilang tua dalam ingatan saya, debu sekam masih beterbangan. Lantai masih bergetar. Penjaga mesin boleh berganti, tetapi “ruda pungo” fiskal tetap berputar.

Tentu roda itu tidak perlu dihentikan. Negara harus bergerak. Pembangunan membutuhkan keberanian dan pertumbuhan tetap diperlukan.

Tetapi keberanian ekonomi bukan cuma keberanian menginjak gas. Ada keberanian lain yang lebih sepi, tidak terlalu cocok untuk spanduk, dan biasanya tidak mendapat tepuk tangan: mengatakan bahwa kita belum mampu membayar semuanya sekaligus.

Mungkin itulah ujian Menteri Keuangan yang baru.

Bukan seberapa pandai ia meyakinkan pasar bahwa semuanya baik-baik saja, tetapi apakah ia mempunyai cukup ruang untuk mengetuk pintu Presiden dan mengatakan:

Baca Juga  Harhubnas 2026 di Tual: Pemkot Tekankan Keselamatan dan Konektivitas Transportasi

Pak, “ruda” ini masih bisa diputar. Tetapi jangan secepat itu. (**)

No More Posts Available.

No more pages to load.