Puskesmas Un juga berencana melakukan pemeriksaan sampel makanan dan minuman dari sejumlah usaha yang telah didata.
“Selain itu, kami juga memperhatikan higienitas dari warung dan UMKM agar tidak ada tumpukan sampah yang dapat memengaruhi kualitas pangan yang disajikan kepada konsumen,” jelasnya.
Pemeriksaan dan edukasi tersebut dilakukan sebagai upaya mendorong pelaku usaha agar lebih memperhatikan kebersihan tempat usaha maupun pangan yang diproduksi dan dijual kepada masyarakat.
Maria mengatakan, pihaknya akan terus memberikan edukasi secara langsung kepada pelaku usaha.
“Kami tidak segan turun dan memberikan masukan positif. Jika tidak digubris, laporan akan kami layangkan ke Dinas Kesehatan untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sampel Formalin dan Boraks Akan Diperiksa
Dari 90 pelaku usaha yang telah didata, objek pengawasan cukup beragam. Mulai dari pabrik tahu dan tempe hingga dapur program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pendataan tersebut dilakukan untuk melihat kondisi sanitasi sekaligus memastikan tempat pengolahan pangan memenuhi aspek kelayakan dan kebersihan.
Khusus usaha berskala rumah tangga, Puskesmas Un juga akan melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan penggunaan bahan berbahaya seperti formalin dan boraks.
“Sampelnya nanti akan dikirim ke Ambon,” ujar Maria.










