Rabu Abu 2026 dan Ramadan Beriringan, Uskup Amboina dan MUI Maluku Ajak Jaga Damai

oleh -629 views

Porostimur.com, Ambon — Rabu Abu menjadi penanda dimulainya Masa Prapaskah bagi umat Katolik di seluruh dunia. Pada tahun 2026 ini, Rabu Abu jatuh pada Rabu, 18 Februari, menandai awal masa pertobatan, refleksi diri, serta pembaruan iman menjelang Hari Raya Paskah.

Pada hari ini, umat Katolik menerima tanda abu berbentuk salib di dahi sebagai simbol pertobatan dan kerendahan hati di hadapan Tuhan. Abu yang digunakan umumnya berasal dari pembakaran daun palma yang telah diberkati pada perayaan Minggu Palma tahun sebelumnya.

Makna Spiritual dan Sejarah Rabu Abu

Secara historis, penggunaan abu sebagai tanda penyesalan telah dikenal sejak zaman Perjanjian Lama. Dalam tradisi Yahudi, abu melambangkan dukacita, kerendahan hati, dan pertobatan. Praktik ini kemudian diadopsi oleh Gereja perdana sebagai bagian dari disiplin tobat bagi umat yang melakukan dosa berat.

Baca Juga  Sempat Buron, DPO Kasus Pencabulan Anak di Maluku Tengah Tertangkap di Namlea

Pada abad-abad awal Kekristenan, umat yang menjalani pertobatan publik mengenakan pakaian kabung dan ditaburi abu sebelum diterima kembali dalam persekutuan Gereja menjelang Paskah. Seiring perkembangan waktu, tradisi tersebut diberlakukan bagi seluruh umat sebagai awal Masa Prapaskah.

Sekitar abad ke-8 hingga ke-11, Rabu Abu secara resmi menjadi bagian kalender liturgi Gereja Katolik dan dirayakan secara luas hingga kini. Masa Prapaskah berlangsung selama 40 hari, tidak termasuk hari Minggu, sebagai simbol perjalanan rohani menuju Paskah.

No More Posts Available.

No more pages to load.