Di balik sebuah kota pusaka terdapat manusia yang menjaga pengetahuan, tradisi, kesenian, kuliner, bahasa, benda budaya hingga praktik kehidupan yang diwariskan lintas generasi.
Karena itu, penghormatan kepada para maestro menjadi pengingat bahwa pelestarian pusaka pada akhirnya bertumpu pada mereka yang bersedia menjaga warisan tersebut tetap hidup.
Pataka JKPI Berpindah dari Ternate ke Bandung
Selain memberikan penghargaan kepada para tokoh budaya, malam penutupan juga ditandai dengan penyerahan pataka JKPI dari Ternate kepada Bandung.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman menyerahkan bendera pataka JKPI kepada Ketua TP PKK Kota Bandung Aryatri Farhan yang hadir mewakili Wali Kota Bandung.
Penyerahan tersebut menjadi simbol perpindahan estafet tuan rumah Rakernas JKPI dari Ternate menuju Bandung untuk penyelenggaraan Rakernas JKPI XIII pada 2027.
Tauhid mengatakan perpindahan tuan rumah bukan sekadar pergantian lokasi kegiatan, tetapi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antardaerah dalam menjaga serta mengembangkan kota pusaka Indonesia.
“Dari Ternate di kaki Gunung Gamalama yang menyimpan jejak panjang peradaban rempah dunia, menuju Bandung yang tumbuh dari kekayaan sejarah, budaya, dan inovasi. Dua kota dengan karakter berbeda ini dipersatukan oleh semangat menjadikan pusaka sebagai kekuatan membangun masa depan,” ujar Tauhid.









