Realisasi Pokir Wakil Ketua DPRD Maluku Disorot, Proyek Rehabilitasi Masjid di Tetoat Diduga Tak Penuhi Ketentuan

oleh -31 Dilihat

Ia mengaku selama proses pekerjaan tidak pernah ada pemberitahuan resmi, baik melalui surat maupun pertemuan langsung dengan pihak masjid dan pemerintah Ohoi.

“Kami juga kaget dengan adanya proyek rehabilitasi ini. Tidak pernah ada pemberitahuan secara resmi kepada kami,” ujarnya.

Minim Transparansi, Warga Minta Penjelasan

Renhoran juga menyoroti tidak adanya papan proyek yang dipasang selama pekerjaan berlangsung. Menurutnya, hal itu menambah kebingungan masyarakat terkait sumber anggaran, kontraktor pelaksana, hingga detail pekerjaan.

“Papan proyek juga tidak pernah dipasang. Pekerja datang kadang seminggu sekali, sehingga kami bingung dengan progres pekerjaan rehabilitasi masjid ini,” katanya.

Ia meminta penjelasan resmi dari pihak kontraktor maupun Wakil Ketua DPRD Maluku terkait proyek tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Baca Juga  Reza Rahadian, Laut Bercerita, dan Keberanian yang Tak Selesai

“Kami berharap ada penjelasan yang jelas, baik dari kontraktor maupun pihak yang mengusulkan pokir ini,” pungkasnya.

Belum Ada Klarifikasi Resmi

Informasi yang beredar menyebutkan proyek tersebut masuk melalui Dinas PUPR Maluku Bidang Cipta Karya dan dikerjakan oleh PT Elim Jaya Baru dengan Direktur Reinhard Tjiam.

Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak kontraktor maupun Wakil Ketua DPRD Maluku terkait dugaan ketidaksesuaian mekanisme dan pelaksanaan proyek rehabilitasi masjid tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.