Porostimur.com, Teheran – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kembali memanas. Ribuan warga Iran turun ke jalan di Teheran, Rabu (4/11/2026), untuk mengecam Amerika Serikat dan Israel sekaligus menuntut pembalasan atas kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dalam serangan militer kedua negara tersebut.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di luar bekas Kedutaan Besar Amerika Serikat itu juga diwarnai ejekan terhadap Presiden Donald Trump dan Partai Republik yang baru saja mengalami kekalahan besar dalam pemilihan paruh waktu atau midterm election di Amerika Serikat.
Para demonstran meneriakkan slogan-slogan anti-Amerika dan anti-Israel, termasuk “Mati untuk Amerika” dan “Mati untuk Israel”. Mereka juga mengibarkan bendera Iran serta membawa berbagai poster yang mengecam Washington dan Tel Aviv.
Unjuk rasa tersebut berlangsung bertepatan dengan peringatan tahunan pengambilalihan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran pada 1979. Namun, peringatan tahun ini memiliki makna berbeda karena berlangsung di tengah perang regional yang pecah sejak akhir Februari 2026.
Konflik tersebut semakin memperburuk hubungan Teheran dan Washington. Sementara itu, berbagai upaya diplomatik untuk mengakhiri konfrontasi militer kedua pihak hingga kini belum menunjukkan kemajuan berarti.









