Menurutnya, pertikaian antar kampung atau negeri tidak hanya memicu ketegangan sosial, tetapi juga menghambat aktivitas warga, termasuk para pedagang yang kesulitan mencari nafkah akibat pemblokiran jalan.
“Pertikaian hanya mempersempit ruang gerak masyarakat dan merugikan semua pihak,” katanya.
Momentum Ramadan untuk Introspeksi
Lebih lanjut, Djalaluddin mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri, tidak hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam pengendalian emosi dan menjaga persatuan.
“Ramadan mengajarkan kita untuk mengendalikan diri, bukan justru terjebak dalam konflik,” tuturnya.
Salat Idulfitri di kawasan tersebut berakhir sekitar pukul 08.07 WIT. Momen kebersamaan pun berlanjut dengan tradisi saling berkunjung antar keluarga dan kerabat, memperkuat nilai persaudaraan yang menjadi ciri khas masyarakat Maluku. (red)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









