Rovik menjelaskan bahwa masalah RSUD ini terjadi karena masalah kepemimpinan jadi memang pemimpin RSU harus dievaluasi.
“Ini kan kalau diresponsif dan diakomodatif punya ide ke depan untuk memajukan rumah sakit ini bisa saja diselesaikan, dijembatani, dikomunikasikan kan tidak. Akhirnya mereka datang ke sini untuk menjebol tembok-tembok yang menghalangi aspirasi mereka, mereka datang bawa ke DPR. Kalau saya secara pribadi sebagai anggota DPR mengatakan bahwa beliau tidak layak,” pungkasnya. (Nur)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










