Reza Mony Soroti Hak Adat dan Ketimpangan Fiskal di LDK GMKI Ambon

oleh -11 views
Anggota DPRD Provinsi Maluku Muhammad Reza Mony, menekankan pentingnya mendorong investasi sebagai jalan keluar dari keterbatasan fiskal daerah, namun tetap harus berpijak pada perlindungan hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan.

Porostimur.com, Ambon – Anggota DPRD Provinsi Maluku Muhammad Reza Mony, menekankan pentingnya mendorong investasi sebagai jalan keluar dari keterbatasan fiskal daerah, namun tetap harus berpijak pada perlindungan hak masyarakat adat dan keberlanjutan lingkungan.

Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) GMKI Cabang Ambon Komisariat ISIP Universitas Pattimura yang berlangsung di Gedung Gereja Anugerah Jemaat GPM Leahari, Jumat (1/5/2026).

Investasi Jadi Kunci, Tapi Harus Berkeadilan

Dalam materi bertajuk “Kepemimpinan Muda dan Peran Strategis DPRD dalam Mengawal Pembangunan Infrastruktur di Provinsi Maluku”, Reza Mony mengungkapkan bahwa struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Maluku saat ini masih didominasi belanja pegawai, sementara Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum optimal.

Baca Juga  Iran Ancam Gunakan “Senjata Baru” yang Sangat Ditakuti AS

Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut pemerintah daerah untuk lebih terbuka terhadap investasi sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi.

“Investasi harus kita dorong, karena ini bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi dan kontribusi bagi daerah,” ujarnya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa investasi tidak boleh berjalan tanpa kendali, apalagi sampai mengabaikan kepentingan masyarakat lokal.

No More Posts Available.

No more pages to load.