Porostimur.com , Ternate – Lambannya proses rujukan pasien kembali menjadi sorotan di wilayah kepulauan Kota Ternate. Seorang warga Kelurahan Moti Kota, Jainab Jumati, harus menunggu hampir empat jam untuk dievakuasi setelah didiagnosis mengalami sesak napas di Puskesmas Moti, Selasa (21/4/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, rujukan terhadap pasien sebenarnya telah direncanakan sejak pukul 14.20 WIT. Namun, proses evakuasi tidak dapat segera dilakukan karena tidak tersedianya ambulans laut di lokasi.
Armada ambulans laut BAHIM yang diandalkan baru tiba di Pelabuhan Moti Kota sekitar pukul 18.11 WIT, sebelum akhirnya bertolak menuju Pelabuhan Residen Ternate. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keselamatan pasien dalam situasi darurat.
Sistem Rujukan Dinilai Tidak Manusiawi
Peristiwa ini menuai kritik tajam dari kalangan pemuda setempat. Muis Ade, Pemuda Moti, menilai kejadian tersebut menunjukkan lemahnya sistem rujukan pasien di wilayah Batang Dua, Hiri, dan Moti (BAHIM).
Ia menegaskan bahwa pasien dengan kondisi sesak napas seharusnya mendapatkan penanganan cepat sesuai prinsip golden time dalam kegawatdaruratan medis.
“Yang terjadi justru sebaliknya. Pasien harus menunggu berjam-jam hanya karena armada tidak tersedia. Ini bukan sekadar keterlambatan, tapi kegagalan sistemik dalam pelayanan kesehatan,” tegas Muis.










