Porostimur.com, Ternate — Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi dan Tsunami Provinsi Maluku Utara Tahun 2026 yang digelar di Ruang VIP Bandara Sultan Babullah, Minggu (5/4/2026).
Rakor tersebut dipimpin Direktur Penanganan Darurat Wilayah I BNPB RI, Agus Riyanto, bersama Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB Kolonel Inf Hery Setiono.
Hadir pula Wakil Gubernur Maluku Utara Sarbin Sehe, Sekda Malut Samsuddin Abdul Kadir, unsur Forkopimda, serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota.
Dalam paparannya, Wali Kota Ternate menegaskan bahwa langkah penanganan darurat telah dilakukan sejak hari pertama gempa terjadi, meski rakor baru dilaksanakan.
“Sejak hari pertama kejadian, kami langsung melakukan pemantauan dan koordinasi, termasuk mengirim bantuan dan personel ke Batang Dua,” ujar Tauhid.
Fokus Penanganan dan Status Darurat
Wali Kota mengakui gempa yang mengguncang wilayah tersebut menimbulkan trauma bagi masyarakat. Namun, pemerintah bergerak cepat memastikan kondisi warga serta kebutuhan dasar dapat terpenuhi.
Ia juga menyampaikan bahwa status tanggap darurat telah ditetapkan selama 7 hingga 14 hari guna mempercepat penanganan di lapangan.









