Saatnya KAHMI Keluar Kandang dari Zona Nyaman

oleh -14 Dilihat

Di Pineleng juga, bersebelahan, dengan Sekolah Seminari Katolik tertua, bahkan disitu pula, dalam cerita mulut ke mulut, pertama kalinya kaum Katolik bermukim, setelah Perang Baabullah, yang mengepung Portugis di Benteng Nuestra Senhora del Rosario di Benteng Kastela, Ternate (1575), yang mampu menunda kolonialisme di Nusantara selama seabad. Kini, semua lokasi2 itu, di pelihara oleh Pemda setempat, yang mayoritas Kristen tersebut, menjadi situs sejarah dan destinasi wisata historis…bahkan anak cucu zuriyat langsung para mujahid itu, tetap ada disitu, sebagai kuncen, penghuni tetap lokasi tsb.

Jika Kahmi benar2 mau berjuang, maka napak tilas para mujahid di Jazirah Minahasa itu, adalah peletak dasar yang harus dilanjutkan oleh Kahmi. Karena berHMI di Manado, itu berbeda dengan dengan berHMI di tempat lain yang dukungan sosial melimpah ruah karena mayoritas muslim.

Baca Juga  Motif Listyo

HMI Manado sendiri telah mengembangkan sayapnya menjadi HMI Gorontalo, HMI Bitung, HMI Tondano, dan HMI Bolaang Mongondow sekarang. Pilihan munas di Kota Manado, adalah tepat bagi organisasi sekelas Kahmi, jika memposisikan diri Kahmi sebagai organisasi pejuang dan cendikiawan.

Hadir sebagai upaya besar menampilkan Islam dengan spirit rahmatan lil alamin, di kawasan yang mayoritas bukan muslim. Kahmi harus berani tampil dan keluar dari zona nyamannya. Di tengah disrupsi dan transformasi sosial yang sedang berlangsung dengan cepat sekarang ini, adalah saatnya bagi Kahmi untuk menjemput bola.

No More Posts Available.

No more pages to load.