Saatnya KAHMI Keluar Kandang dari Zona Nyaman

oleh -323 views

Oleh: Syaiful Bahri Ruray, Mantan Ketum HMI Cabang Manado, Sekjen PB HMI

Jika Munas Kahmi, sebagai kelompok cendikiawan itu, bermunas di tempat2 yang dipilih sebagai daerah mayoritas muslim, bukanlah sesuatu yang luar biasa. Karena dukungan basis sosial tidaklah dipungkiri lagi. Namun sejarah akan mencatat hal baru, jika Kahmi berani bermunas di kawasan tempur sebenarnya, yakni di kawasan yang mayoritas bukan muslim, namun Kahmi berhasil meyakinkan pimpinan daerah tsb, yang notabene adalah seorang aktivis gereja, menjadi tuan rumah bagi Kahmi. Karena disitulah tantangan sebenarnya Kahmi untuk mampu hadir, dan eksis, sebagai pembawa pijar rahmatan lil alamin.

Artinya Kahmi berani keluar dari zona nyaman selama ini. Daerah Sulut adalah pilihan sejati, yang menantang Kahmi, karena kawasan Pacific Rim bergulir disitu.

Baca Juga  KNPI Malra Siap Gelar Musda, Nuhuyanan Tekankan Peran Pemuda sebagai Mitra Kritis Pemerintah

Secara historis, kawasan itu menjadi tempat pembuangan Kyai Modjo, dan 63 Pasukan Inti Pangeran Diponegoro, yang semuanya adalah lelaki, namun kemampuan syiar Islam dan jihad mereka, mampu menjadi sebuah cahaya rahmat di kawasan yang disebut Jawa Tondano (Jaton), kawasan dimana HMI pertama kali hadir saat PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru), cikal bakal IKIP Negeri kemudian hari, didirikan pada 1955, oleh Menteri Pendidikan dan Pengajaran (skrg: Mendikbud), Mr.Mohamad Yamin tsb.

No More Posts Available.

No more pages to load.