Menurut wali kota, langkah ini menjadi respons strategis pemerintah untuk menekan kenaikan harga kebutuhan pokok dan memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Subsidi Signifikan Ringankan Beban Masyarakat
Pasar murah menyediakan paket kebutuhan pokok senilai Rp 55.000, yang terdiri dari telur 1 rak, gula pasir 1 kg, terigu 1 kg, susu kental manis 1 kaleng, minyak goreng 1 liter, dan margarin 200 gram. Harga modal paket ini mencapai Rp 138.000, sehingga Pemkot memberikan subsidi sebesar Rp 83.000 per paket. Sebanyak 2.395 paket disiapkan untuk dua lokasi, yakni Kecamatan Nusaniwe pada 11 Desember dan Kecamatan Baguala pada 12 Desember 2025.
“Pasar murah selalu dinantikan masyarakat, terutama yang berpenghasilan rendah. Ini wujud nyata kepedulian pemerintah untuk meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan pokok,” kata wali kota.
Ia juga mengajak warga menjaga kebersamaan dan mendukung program pemerintah, serta menyampaikan apresiasi kepada distributor dan Bulog yang ikut berkolaborasi.
Program Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Warga
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang distribusi bahan pokok murah, tetapi juga simbol hadirnya pemerintah di tengah tantangan ekonomi masyarakat. Dengan dukungan Disperindag dan Dinas Pertanian Kota Ambon, pemerintah memastikan komoditi yang disediakan sesuai kebutuhan warga.









