Sampai Kapan Orang Tua Menanggung Dosa Anaknya?

oleh -14 views

Dosa muncul akibat melanggar perintah atau larangan Allah SWT. Dosa menjadi tanggungan masing-masing orang, tetapi ada pemahaman yang beredar menyebut dosa anak ditanggung oleh orang tuanya. Lantas, sampai kapan orang tua menanggung dosa anaknya?

Sebenarnya, terdapat kekeliruan mengenai pemahaman tersebut. Dijelaskan dalam Tafsir Ibnu Katsir yang diterjemahkan M. Abdul Ghoffar E.M dkk, tidak ada istilah dosa seseorang ditanggung oleh orang lain melainkan setiap orang memikul dosanya sendiri-sendiri.

Ibnu Katsir menyatakan hal ini saat menafsirkan firman Allah SWT dalam surah An Najm ayat 38,

اَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰىۙ

Artinya: “(Dalam lembaran-lembaran itu terdapat ketetapan) bahwa seseorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,”

Baca Juga  Inflasi Terkendali, Pj Gubernur Maluku Apresiasi Pemimpin Tiga Daerah

Dosa Anak yang Belum Baligh Ditanggung Siapa?

Dalam Islam, anak yang belum baligh belum mendapat beban syariat, seperti salat. Seperti diketahui, meninggalkan salat termasuk perbuatan dosa. Lantas, bagaimana dengan anak belum baligh? Apakah ia berdosa karena meninggalkan salat dan siapa yang menanggung dosanya?

Tim Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur’an dalam buku Quran & Answer: 101 Soal Keagamaan Sehari-hari menjelaskan, anak kecil yang belum mencapai usia baligh disebut belum mukalaf. Mukalaf artinya “dibebani”, yaitu dibebani tugas dan kewajiban keagamaan, seperti salat, puasa, dan sebagainya.

No More Posts Available.

No more pages to load.