Sebut Mahasiswa Kaskadu, Gubernur Maluku Suruh Pukul Sampai T*i Keluar dari Pantat

oleh -21.744 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gubernur Maluku, Murad Ismail, kembali mengeluarkan kata-kata kasar dan tak pantas dikeluarkan oleh seorang pemimpin saat menyampaikan pidato di hadapan publik.

Kali ini, Murad mengatakan mereka-mereka yang terlibat dalam aksi demo tolak PPKM di Kota Ambon sehingga menimbulkan kerumunan, diikat saja dan dibuang ke laut.

“Jangan terpengaruh oleh itu apa, kaskadu kaskadu (kurap) itu yang cuma berapa ekor, tapi selalu buat…, sekali-sekali masyarakat Maluku kompak, kumpul la pukul mereka sampai t*i keluar dari pantat,” kata Murad dalam sambutannya di Paroki Katholik Maria Bintang Laut Senin, (26/7/2021).

Pernyataan ini dilontarkan Gubernur Murad menanggapi aksi demo tolak PPKM yang belakangan ini sering terjadi di Ambon.

Video tersebut sempat diunggah ke kanal YouTube Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Provinsi Maluku, namun beberapa saat kemudian ditake down.

Baca Juga  Raup 62.348 Suara, Usman-Bassam Menangi Pilkada Halsel

Beberapa kata maupun kalimat yang diucapkan Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam penyerahan bantuan sosial beras dan sembako dari pemerintah pusat melalui pemerintah Provinsi Maluku bagi warga terdampak PPKM itu terdengar tidak layak disampaikan oleh seorang pejabat publik sekelas gubernur.

Dalam tayangan langsung (live streaming) YouTube Diskominfo Provinsi Maluku berdurasi 15 menit 07 detik itu, khususnya pada menit ke 8 detik ke-19, terdengar Gubernur Maluku mengucapkan kata kata “Jangan terpengaruh oleh kaskadu kaskadu itu”.

Kemudian pada menit ke 8 detik 29, Gubernur kembali mengeluarkan kata-kata yang kurang sopan dan tidak layak diumbar di hadapan publik itu.

Kata-kata yang kasar yang disampaikan oleh Gubernur Maluku dalam acara tersebut, terdengar jelas dalam siaran langsung atau live streaming Dinas Kominfo provinsi Maluku yang kini sudah tidak bisa diakses, namun porostimur.com masih sempat mengakses dan mengunduhnya.

Baca Juga  Disidang: ini Rekam Jejak "Godfather Jakarta" John Kei

Selain marah-marah dan berkata kasar, Murad juga bilang, jika Pemkot Ambon berlakukan pengetatan aturan melalui PPKM itu bertujuan untuk menurunkan kasus Covid di Maluku. Sehingga masyarakat diminta patuhi aturan tersebut agar kasus Covid menurun.

“Yang PPKM ini hanya dua di Maluku, yakni, Ambon dan Kabupaten Kepulauan Aru. Jadi kalau di Ambon ada ketat-ketat, tolong diikuti saja sebentar. Kalau kita taat, kita ikut anjuran Kota Ambon berarti perkembangan Covid di Maluku ini akan segera menurun, tapi kalau pembatasan ini kita langgar, tidak ikuti dengan baik, tidak hindari kerumuman bahkan ada yang demo,” ujarnya.

Dia mengatakan, jika ditilik dari perkembangan kasus Covid di Maluku sebulan terakhir ini, mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Baca Juga  Personil Polres Kepulauan Aru Polda Maluku Kumpul Dana untuk Penderita Hidrosefalus Putra Pardjala

Kasus Covid-19 melonjak 50 persen atau sekitar tujuh ribu kasus menjadi 13 ribu di Maluku, begitu juga pasien meninggal yang melonjak 100 persen, menjadi 224 orang dari sebelumnya 109.

Kasus Covid-19 di bulan Juni 2021 hanya 7 ribu sekian, namun bulan Juli 2021 sudah 13 ribu. Naiknya sekitar 40 persen dan 109 bulan lalu, malah naiknya 100 persen.

“Kita harus patuh dan taat biar (kasus Covid) menurun dan yang meninggal tidak tambah,” tandasnya. (tim)

No More Posts Available.

No more pages to load.