Sebut Tidak Strategis, Rofik Minta BPJN Kaji Ulang Proyek Preservasi Jalan di Pulau Ambon

oleh -103 views
Link Banner

Porostimur.com, Ambon – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Maluku Rofik Akbar Afifudin menilai proyek preservasi ruas jalan tahun 2022 di wilayah pulau Ambon tidak strategis.

Kepada jurnalis porostimur.com, Selasa (29/3/2022), Rofik bilang, preservasi berupa pemeliharaan rutin, rekonstruksi jalan dan pelebaran jalan menuju standar itu terkesan hanya menghamburkan anggaran negara.

Untuk diketahui, preservasi status jalan nasional di wilayah pulau Ambon sepanjang puluhan kilometer itu, mencakup Desa Liang Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah hingga sejumlah ruas jalan di pusat Kota Ambon

Lantaran itu, Rofik meminta Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) menggunakan skala prioritas untuk proyek preservasi jalan di wilayah Maluku.

Politisi PPP ini menyatakan, seharusnya upaya menjaga kemantapan jalan melalui preservasi, untuk ruas jalan yang bener-benar rusak atau urgen. Bukan untuk jalan yang masih layak lintasi kendaraan bermotor.

Baca Juga  Bendungan Way Ela Jebol, DPRD Maluku akan Panggil Balai Sungai

“Misalnya, preservasi ruas jalan di wilayah pulau Ambon 2022. Alasannya, preservasi jalan di pulau Ambon untuk ruas jalan yang sama telah lakukan dua tahun berturut-turut: 2020 dan 2021,” kata Rofik.

“Loh, di Pulau Ambon tahun 2020, 2021 baru preservasi jalan. Kondisi jalan masih mulus. Tapi kenapa tahun ini juga preservasi jalan,” imbuhnya.

Rofik menambahkan, preservasi jalan di Pulau Ambon setiap tahun belum tentu menjamin jalan bertahan lama jika kualitas pekerjaan tidak maksimal.

“Melihat kondisi ruas jalan yang masih mulus sebaiknya preservasi jalan di Pulau Ambon setiap tiga atau empat tahun,” imbuhnya.

Rofik juga meminta agar Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) memprioritaskan preservasi jalan di luar Ambon.

Baca Juga  DPRD Maluku Sarankan Pemda Bentuk Pergub Terkait Pembayaran Hak ASN yang Belum Terbayarkan

Secara satir, Rofik menyebut dampak dari preservasi infrastruktur darat itu, ketinggian jalan sudah setinggi teras rumah warga di sejumlah titik di kota Ambon.

“Itu penampakan jalan sudah setinggi teras rumah warga. Jika setiap tahun preservasi, belum lima tahun permukaan jalan bisa setinggi trotoar atau teras rumah warga,” pungkasnya. (Keket)

No More Posts Available.

No more pages to load.