Sekda Buru Hadiri Peletakan Batu Pertama Mesjid Al Amin Dusun Teratai

oleh -37 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Sekda Kabupaten Buru, Muh Ilyas Bin Hamid SH MH di dampingi sejumlah pejabat daerah dan tokoh agama, menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Masjid Al-Amin di Dusun Teratai, Kecamatan Kayeli, Kabupaten Buru, Maluku yang dibangun oleh Yayasan Dsas Care, Kamis (9/9/2021).

Sekda Ilyas menjadi orang pertama yang memulai peletakan batu pertama masjid, diikuti sejumlah pejabat, tokoh agama dan pimpinan yayasan.

Ilyas Bin Hamid saat menyampaikan sambutan singkatnya usai peletakan batu pertama Mesjid Al Amin, menyampaikan rasa terimakasihnya kepada panitia pembangunan masjid dari Dsas Care, karena telah melakukan upaya membangun masjid yang sudah 18 tahun tidak dirasakan masyarakat setempat, dan telah menginspirasi orang lain untuk proses mengadakan masjid lintas pedesaan terpencil.

“Saya atas nama pemerintah daerah mengucapkan apresiasi dan penghargaan yang tidak terhingga kepada saudara-saudara panitia dari yayasan dsas care. yang telah menggagas pembangunan masjid untuk warga mualaf di dusun setempat. Hingga terjadilah proses peletakan batu pertama masjid yang dilakukan hari ini ,” ucap Ilyas.

Ia juga menambahkan terkait keterbukaan pemerintah daerah terhadap adanya kebutuhan bantuan dalam pembangunan masjid Al-Amin. Bahwa pihaknya juga akan bersedia membantu jika dibutuhkan.

Baca Juga  Kapolda Maluku Kembali Pimpin Laporan Pelaksanaan Program Kerja 2020

“Saya mengucapkan terimakasih atas inspirasi maupun ide-ide yang sangat mulia, sehingga proses ini bisa terjadi. Niat baik dari bapak, ibu, saudara sekalian dapat bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Kami pemerintah daerah juga selalu terbuka untuk menerima permintaan bantuan untuk masjid ini jika diperlukan,” sambungnya.

Selain itu, Ilyas berharap, keberadaan masjid bisa menjadi pusat pengembangan ilmu agama bagi warga muslim setempat.

“Saya berharap proses pembangunan ini berjalan tidak terlalu lama,” pesan Ilyas.

Untuk diketahui, program pembangunan “masjid mualaf di pelosok negeri” Yayasan Dsas Care, merupakan gagasan yang diwujudkan dari kondisi umat muslim hari ini di wilayah sulit terjangkau. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Dsas Care, Mujahid Moro Galela kepada wartawan.

Baca Juga  Mengapa tak Boleh Melukis Nabi Muhammad?

“Membangun masjid di pelosok ini kami buat karena muslim di daerah seperti ini sama sekali kesulitan kalau mau ibadah. Terutama di hari hari besar seperti bulan ramadhan dan Idul Fitri. Pada waktu waktu tersebut mereka biasanya harus menempuh jarak berkilo-kilo meter bahkan harus melewati sungai. Hal itu mereka lakukan hanya untuk bisa solat jama’ah di desa tetangga. Ini memciptakan satu keprihatinan yang mendalam bagi kita,” jelas Mujahid

Dalam keterangannya, Mujahid juga menjelaskan bahwa pembangunan sarana ibadah ini akan dituntaskan paling lama dalm tiga bulan sehingga manfaat dari keberadaan masjid ini bisa segera dirasakan oleh masyarakat setempat.

“Rencananya, tim Dsas Care juga telah mengagendakan enam masjid lain untuk dilakukan pembangunan. Tentu saja lokasinya berada di wilayah pelosok. Pembangunannya juga akan dilakukan berkala sesuai jadwal yang telah ditetapkan,” ujarnya

Baca Juga  Bupati Malra Kembali Mengambil Sumpah dan Melantik 10 Kepala Ohoi Defitif

Sebagai informasi. Bahwa kampung mualaf yang terletak di Dusun Teratai ini memiliki kurang lebih 20 kepala keluarga dengan perhitungan 16 KK telah menjadi mualaf dan 4 KK lainnya masih berada pada kepercayaan Hindu atau adat istiadat terdahulu. (ima)