“Kami sudah melakukan inventarisasi dan hingga saat ini tercatat ada 212 sekolah, beberapa di antaranya rusak parah, sementara yang lainnya rusak ringan atau sedang. Ke depan, kami akan memberikan prioritas khusus untuk revitalisasi sekolah-sekolah yang ada di Halmahera Utara,” ujar Piet Hein Babua.
Selain itu, Bupati menambahkan kerusakan sarana pendidikan akan dituntaskan secara bertahap dalam lima tahun ke depan, menggunakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Halmahera Utara. Pemerintah daerah juga akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar tanggung jawab terkait fasilitas pendidikan di Halmahera Utara dapat tertangani dengan baik dan merata.
“Kami sudah mendeteksi sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan perhatian. Setelah ini, kami akan melakukan koordinasi dengan wakil bupati dan dinas pendidikan untuk mengambil langkah-langkah khusus bagi sekolah-sekolah yang membutuhkan penanganan serius,” jelasnya.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









