“Mereka rela mengorbankan tenaga, harta, darah, bahkan nyawa demi kemerdekaan. Kini, kita menghadapi resesi global di bidang ekonomi, energi, dan pangan. Dampaknya tidak mengenal batas negara, dan Maluku pun turut merasakannya,” ujar gubernur.
Ia mengajak masyarakat Maluku untuk hidup hemat dan memprioritaskan kepentingan rakyat kecil. “Mari menghemat energi, menggunakan anggaran secara bijak, dan mendorong kemandirian pangan berbasis kearifan lokal,” tegasnya.
Patriotisme sebagai Energi Persatuan
Lebih jauh, gubernur menekankan pentingnya cinta tanah air sebagai energi yang menyatukan masyarakat Maluku.
“Cinta itu membuat kita bersatu, menjaga kehormatan Maluku, merawat harmoni sosial, dan membangun masa depan negeri yang layak diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang hadir.
“Dirgahayu Maluku tercinta. Dirgahayu negeriku tanah pusaka, majulah Maluku, jayalah Maluku. Beta Maluku, Beta Indonesia,” tutupnya. (Leonard Manuputty)









