Dr Summet Chugh dari Heart Rhythm Center at Cedars-Sinai dalam penelitiannya pada 2019 menemukan justru serangan jantung paling sering terjadi pada sore hari yakni 31,6 persen. Hanya 13,9 persen terjadi di pagi hari, dan 27,6 persen pada malam hari.
Penelitian Chugh juga mementahkan anggapan bahwa serangan jantung paling sering terjadi pada hari Senin. Dalam penelitiannya, Chugh tidak menemukan ‘peak’ atau lonjakan kasus pada hari tertentu, dan satu-satunya tren yang teramati adalah kasusnya lebih rendah pada hari Minggu.
“Saya pikir kita perlu berpikir sedikit tentang perubahan dalam kita menjalani hidup, bekerja dan bermain, dalam kaitannya dengan kultur 24/7 kita, dan dampaknya bagi tubuh kita, dan apakah mungkin mengganggu beberapa ritme sirkadian kita,” kata Chugh, dikutip dari CNN.
sumber: detikcom









