Siapa Houthi Yaman dan Mengapa Berperang Melawan Arab Saudi?

oleh -164 Dilihat
Pasukan Houthi Yaman saat parade militer. Kelompok ini kembali berperang melawan Arab Saudi. Foto/Middle East Monitor

Bandara, pangkalan militer dan fasilitas energi Arab Saudi menjadi sasaran.

Strategi tersebut menunjukkan pola perang asimetris.

Sebuah drone atau rudal yang relatif murah dapat memaksa negara seperti Saudi mengeluarkan biaya jauh lebih besar untuk sistem pertahanan.

Houthi tidak harus menghancurkan Arab Saudi.

Mereka hanya perlu membuat lawannya terus mengeluarkan biaya untuk mempertahankan diri.

Pada 2022, gencatan senjata yang dimediasi PBB secara signifikan menurunkan intensitas konflik.

Namun, gencatan senjata tersebut bukan penyelesaian politik permanen.

Houthi tetap menguasai Sana’a dan sebagian besar wilayah barat laut Yaman.

Konflik kemudian memperoleh dimensi baru setelah perang Israel-Hamas pecah pada Oktober 2023.

Houthi mulai menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah dengan alasan mendukung Palestina.

Baca Juga  Sebut Putusan MA soal Suket Pendidikan Gibran Berlaku Surut, Mahfud MD: Tidak Sah Sejak Awal

Serangan tersebut mengubah Houthi dari persoalan regional menjadi masalah internasional.

Laut Merah merupakan jalur penting perdagangan dunia karena terhubung dengan Terusan Suez, salah satu jalur utama yang menghubungkan Asia dan Eropa.

Ketika pelayaran melalui Laut Merah terganggu, perusahaan pelayaran dapat memilih memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika.

Konsekuensinya adalah perjalanan menjadi jauh lebih panjang, mahal dan berisiko terhadap rantai pasok global.

No More Posts Available.

No more pages to load.