Porostimur.com, Sana’a – Dari pegunungan Yaman Utara, sebuah gerakan yang awalnya lahir dari konflik domestik perlahan berubah menjadi salah satu kekuatan bersenjata paling berpengaruh di Timur Tengah.
Kelompok itu adalah Houthi atau secara resmi dikenal sebagai Ansar Allah.
Selama bertahun-tahun, Houthi berkembang dari gerakan pemberontak lokal menjadi kekuatan militer yang mampu menantang Arab Saudi, meluncurkan rudal dan drone ke sasaran jauh, serta mengganggu pelayaran internasional di Laut Merah.
Kini, nama Houthi kembali menjadi perhatian dunia setelah kelompok yang menguasai sebagian besar wilayah barat dan utara Yaman tersebut meningkatkan serangan terhadap Arab Saudi.
Perkembangan itu bukan sekadar episode baru dalam konflik Yaman. Posisi Houthi yang semakin dekat dengan kawasan strategis Laut Merah dan Bab el-Mandeb menimbulkan kekhawatiran lebih luas terhadap perdagangan global dan pasokan energi dunia.
Pertanyaannya kemudian, siapa sebenarnya Houthi?
Mengapa kelompok yang berasal dari salah satu negara termiskin di Timur Tengah itu mampu bertahan menghadapi kekuatan militer Arab Saudi?
Dan sejauh mana hubungan mereka dengan Iran?
Jawabannya tidak sesederhana menyebut Houthi sebagai “proksi Iran”.









