Siapa Houthi Yaman dan Mengapa Berperang Melawan Arab Saudi?

oleh -7 Dilihat
Pasukan Houthi Yaman saat parade militer. Kelompok ini kembali berperang melawan Arab Saudi. Foto/Middle East Monitor

Yaman semakin terpecah.

Dalam situasi tersebut, Houthi memperluas pengaruhnya.

Pada September 2014, pasukan Houthi dan sekutunya berhasil merebut Sana’a, ibu kota Yaman.

Mereka kemudian memperluas kendali ke sejumlah wilayah lain dan bergerak menuju selatan.

Pada awal 2015, Presiden Hadi meninggalkan Sana’a menuju Aden setelah Houthi mengambil alih sejumlah institusi pemerintahan.

Bagi Arab Saudi, perkembangan ini merupakan ancaman strategis langsung.

Yaman berbatasan dengan Saudi dan memiliki posisi penting di kawasan Laut Merah.

Lebih jauh lagi, hubungan Houthi dengan Iran semakin erat.

Bagi Riyadh, munculnya kekuatan bersenjata yang memiliki hubungan strategis dengan rival regionalnya, Iran, tepat di perbatasan selatan merupakan ancaman yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga  Jelang HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke-71, Satlantas Halsel Sambangi Purnawirawan

Pada 26 Maret 2015, koalisi yang dipimpin Arab Saudi melancarkan operasi militer terhadap posisi Houthi di Yaman setelah pemerintah Hadi meminta bantuan.

Tujuannya adalah menghentikan ekspansi Houthi dan memulihkan pemerintahan Hadi.

Namun perang yang diperkirakan dapat diselesaikan dengan cepat justru berubah menjadi konflik berkepanjangan.

Houthi mampu bertahan.

Salah satu kuncinya adalah karakter perang yang mereka jalankan.

Yaman memiliki wilayah pegunungan yang sulit dikuasai melalui serangan udara. Houthi memanfaatkan medan tersebut, jaringan lokal, struktur suku, pasukan bergerak, rudal dan drone untuk menghadapi lawan yang memiliki keunggulan teknologi dan persenjataan jauh lebih besar.

No More Posts Available.

No more pages to load.