Harga BBM Naik Dua Kali dalam 9 Hari, Warga Suriah Teriak “Jatuhkan Jolani”

oleh -5 Dilihat
Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

Porostimur.com, Damaskus — Kesabaran warga Suriah menghadapi tekanan ekonomi mulai menunjukkan batasnya. Gelombang demonstrasi pecah di sejumlah wilayah setelah pemerintah kembali menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), hanya sembilan hari setelah kenaikan sebelumnya.

Kenaikan harga tersebut memicu kemarahan, terutama di wilayah utara dan timur laut Suriah yang menjadi sentra pertanian sekaligus daerah penghasil minyak.

Dalam sejumlah aksi, demonstran bahkan meneriakkan slogan “Jatuhkan Jolani!”, merujuk pada nama perang Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa.

Kenaikan harga BBM dilakukan pemerintah di tengah kondisi ekonomi yang masih rapuh setelah bertahun-tahun dilanda perang saudara. Beban tersebut semakin dirasakan masyarakat karena bahan bakar menjadi komponen penting hampir seluruh aktivitas ekonomi, mulai dari transportasi, pertanian, produksi pangan hingga kebutuhan rumah tangga.

Menurut kantor berita pemerintah SANA, harga solar naik sekitar 40 persen menjadi 175 pound Suriah atau sekitar Rp23.300 per liter.

Baca Juga  Tuntut Pesangon Rp1,8 Miliar, Mantan Karyawan NHM Malah Ditahan

Sementara harga bensin naik sekitar 28 persen menjadi 185-195 pound Suriah atau sekitar Rp24.600-Rp25.900 per liter.

Kementerian Energi Suriah menyebut kenaikan tersebut sebagai langkah sementara. Pemerintah berdalih meningkatnya biaya pengadaan BBM di pasar global, termasuk dampak perang Iran dan krisis di Selat Hormuz, telah meningkatkan beban impor energi Suriah.

No More Posts Available.

No more pages to load.