Sindiran Telak Anies Baswedan Untuk Ade Armando, Sebut “Kedengkian itu Ngak Ada Obatnya”

oleh -123 views
Link Banner

Porostimur.com | Jakarta: Dosen Universitas Indonesia Ade Armando dilaporkan oleh anggota DPD RI Fahira Idris karena mengunggah foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sudah dimodifikasi menjadi mirip Joker.

Ade Armando dilaporkan atas dugaan perubahan terhadap bentuk dokumen dan atau informasi elektronik atas foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Laporan tersebut terdaftar dalam nomor laporan LP/7057/XI/2019/PMJ/Dit.

Reskrimsus, tanggal 1 November 2019.

“Foto (yang diunggah) di facebooknya Ade Armando adalah foto Gubernur Anies Baswedan yang merupakan dokumen milik Pemprov DKI atau milik publik yang diduga diubah menjadi foto seperti (tokoh) Joker,” ujar Fahira di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (1/11/2019).

Selain diubah menjadi mirip Joker, foto Anies Baswedan yang diunggah Ade Armando juga berisi sebuah tulisan.

Tulisan itu diduga bisa mencemarkan nama baik Anies Baswedan.

Kini, usai beberapa waktu meme fotonya menjadi Joker ramai diperbincangkan, Anies Baswedan akhirnya mau buka suara

Wajah Anies Baswedan diedit jadi Joker
Wajah Anies Baswedan diedit jadi Joker (Akun Facebook Ade Armando)

Melalui channel Youtube realita TV berjudul AKHIRNYA !! ANIES BASWEDAN JAWAB ADE ARMANDO!! (Soal meme wajah Joker), Anies Baswedan dengan tenang menanggapi editan fotonya menjadi Joker tersebut.

Sebelumnya, sang pembawa acara, Rahma Sarita bertanya kepada Anies Baswedan soal anggapan Gubernur Jahat dari publik.

Baca Juga  Wujudkan Kedekatan dan Sinergitas, Kapolres Buru Berikan Ucapan HUT TNI-75

Mendengar ungkapan tersebut, Anies Baswedan pun mengaku tahu adanya anggapan Gubernur Jahat.

“Dulu dibilang Gubernur Indonesia, sekarang dibilang Gubernur Jahat. Sudah tahu kan ?” tanya Rahma Sarita.

“Oh iya iya,” pungkas Anies Baswedan seraya mengangguk.

Melanjutkan pertanyaannya, Rahma Sarita pun bertanya bagaimana tanggapan Anies Baswedan soal pelaporan Fahira Idris atas editan foto Joker tersebut.

Dengan suara tenang, Anies Baswedan pun memaparkan bahwa semua orang berhak mengungkap pendapatnya.

Mengenai adanya komentar miring tentangnya, Anies Baswedan merasa itu bukan urusannya.

Sebab, Anies Baswedan hanya akan fokus pada pekerjaannya.

“Sudah ada yang melaporkan, yang digambarkan seperti Joker Pak Anies. Fahira melaporkan ke pihak kepolisian. Kalau Pak Anies sendiri gimana ?” tanya Rahma Sarita.

“Setiap orang itu bisa saja mengungkapkan pandangannya, pikirannya, perasaannya. Dan buat saya, saya ini fokusnya ke pekerjaan. Orang berkata apa tentang saya itu urusan dia, bukan urusan saya,” ungkap Anies Baswedan.

Mengenai adanya anggapan yang menyebut ia gubernur jahat, Anies Baswedan pun menjawabnya dengan santai.

Jawaban itu seolah ingin ia lontarkan kepada Ade Armando yang membagikan editan foto Joker Anies Baswedan.

Baca Juga  Polres SBB Bersihkan Jalan Trans Huamual yang Diblokir Warga

“Tidak tersinggung dibilang Gubernur jahat ?” tanya Rahma Sarita lagi.

“Enggak. Kalau, apalagi kalau itu ungkapan pribadi. Hina menghina itu kalau kita enggak merasa terhormat,” jawab Anies Baswedan.

Ya, alih-alih meradang, Anies Baswedan justru dengan santai menjawab tudingan soal gubernur jahat tersebut.

Sumber: Realita TV

Anies Baswedan lantas berujar bahwa seseorang yang menghormati diri sendiri pasti tidak akan merendahkan orang lain.

Jawaban telak Anies Baswedan itu seolah jadi sindiran tersendiri untuk sosok Ade Armando.

“Kalau kita hormat pada diri sendiri, pasti kita tidak akan mengungkapkan ungkapan yang merendahkan orang lain. Karena kalau merendahkan oranglain itu sesungguhnya ya kita tidak menghargai diri sendiri. Kalau kita menghargai diri kita sendiri pasti akan menghargai oranglain. Perhatikan saja,” ungkap Anies Baswedan.

Mengenai alasan soal menjadikan foto joker Anies Baswedan sebagai bentuk protes, sang Gubernur DKI pun kembali mengurai tanggapannya.

Kembali melancarkan sindiran, Anies Baswedan menyebut bahwa kekesalan memang sering terjadi jika tidak ada hal yang bisa diprotes.

“Seringkali ketika tidak ada yang bisa diprotes, yang diungkapkan adalah kekesalan, karena enggak bisa diprotes. Loh kalau bisa diprotes tinggal ditunjukkan. Ini yang seharusnya, ini kenyataannya,” pungkas Anies Baswedan.

Baca Juga  Serang petugas piket, 14 napi berhasil kabur

Lebih lanjut, Anies Baswedan pun menyinggung soal kedengkian yang menjadi dasar editan foto Joker dirinya.

Anies Baswedan pun memaparkan bahwa sejak zaman Nabi, kedengkian memang sukar dibasmi.

“Kedengkian itu enggak ada obatnya, dengki itu enggak ada obatnya, dari zaman Rasulullah enggak ada obatnya,” imbuh Anies Baswedan.

Mengenai adanya kehebohan akibat editan foto Joker tersebut, Anies Baswedan mengaku tidak akan mengurusinya.

“Saya sih enggak akan ngurusin itu, enggak penting, enggak penting enggak usah diurusin. Dan sebetulnya sayang waktu kita ngobrolin urusan yang enggak penting itu,” akui Anies Baswedan.

Namun, jika ada warga Jakarta yang tersinggung dengan adanya editan foto Joker berisikan wajah sang Gubernur, Anies Baswedan pun memberikan pesan menohok.

Menurut Anies Baswedan,seseorang yang beradab pasti akan menghargai orang lain.

“Itu tuh sebenarnya, kalau kita menghargai diri sendiri pasti menghargai orang lain. Kalau kita mengerti adab, tata krama untuk diri sendiri pasti menerapkan juga pada oranglain,” kata Anies Baswedan menutup bahasannya soal editan foto Joker. (red/rtl/tj/kcm)