SMS-GES Terus Dulang Dukungan Warga Buru Selatan

oleh -29 views
Link Banner

Porostimur.com | Namrole: Hari pencoblosan Pilkada Buru Selatan 2020 tinggal tiga pekan lagi. Simpati masyarakat terus mengalir kepada pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Safitri Malik Soulisa-Gerson Eliaser Selsily.

Faktanya saat kampanye terbatas di belasan desa di wilayah kecamatan Leksula, pasangan dengan akronim SMS-GES itu berhasil memikat hati masyarakat.

Selama empat hari sejak 16-19 November, Paslon nomor urut 3 ini menyambangi belasan desa menggelar kampanye. Belasan desa yang dikunjungi diantaranya Terkuri, Grhawaen, Waemulang, Walunhelat, Waeturen, Waemala, Ewiri, Slealale, Tifu, Neat, Liang dan Kase.

Pantauan di lapangan, antusias masyarakat begitu tinggi saat SMS-GES menyambangi setiap desa. Eforia warga menyambut SMS-GES dan tim dengan berbagai cara. Bahkan kedua kandidat kepala daerah dan wakil kepala daerah ini ditandu seperti terlihat di Desa Ewiri. Desa ini merupakan basis rival, tetapi SMS-GES berhasil memikat hati warga Ewiri. 

Realiatas ini sekaligus menepis isu SMS-GES bakal kalah di desa Ewiri pada hari pencoblosan 9 Desember mendatang.

Baca Juga  Undang Artis ke Istana untuk Promosi Kalung Corona, Jokowi Dinilai Sudah Hilang Akal

Safiti dalam orasi politiknya menuturkan seluruh warga negara memiliki hak yang sama maju bertarung di Pilkada Bursel termasuk juga kaum perempuan.  

“Kaum perempuan berhak untuk bertarung atau maju sebagai calon bupati dan ini semua didasari pada undang-undang, bukan beta maju sebagai pimpinan adat atau kawasan, soa dan raja. Tetapi beta maju sebagai pimpinan politik yang akan bertarung merebut kursi bupati dan jabatan bupati,” kata srikandi PDIP ini.

Menurut istri Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa banyak isu provokatif menyerang dirinya maju sebagai calon bupati. Lawan politik memainkan isu perempuan tidak bisa menjadi bupati. Namun yang terjadi di di Indonesia,  ada gubernur maupun walikota dari kaum perempuan. Bahkan Indonesia pernah dipimpin Mewagawati Soekarno Putri.

“Dong yang lain bilang perempuan balong bisa jadi seorang bupati di Buru Selatan, sementara perempuan sudah jadi tokoh pimpinan. Terbukti gubernur Jawa Timur itu perempuan, walikota Suarabaya itu perempuan, Ibu Megawati juga pernah jadi Presiden, Kades-Kades juga Perempuan. Kalau mereka bilang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin, kalau bagitu kita jangan menyekolahkan katong pung anak perempuan lai karena tidak bisa menjadi pemimpin,” tegas mantan anggota DPRD Maluku ini dalam dialeg Ambon.

Baca Juga  Sofyan Daud Serap Aspirasi Masyarakat di Gambesi dan Jambula

Sementara itu, calon Wabup Bursel Gerson Eliaser Selsily, mengajak masyarakat agar tidak termakan isu-isu murahan yang dimainkan lawan politik baik secara lisan maupun di media sosial. Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan SMS-GES memiliki visi, misi dan program kerja yang sudah disiapkan.

Program Prioritas Desa Unggul meliputi pembukaan 5000 lapangan kerja baru yang terdiri dari penciptaan wirausaha baru desa, bantuan modal usaha, pelatihan tenaga kerja berbasis desa dan pembentukan kelompok usaha desa.

Desa Pintar dan Desa Sehat meliputi satu desa satu puskesmas, pelayanan kesehatan reproduksi gratis, pengembangan pendidikan anak usaha dini, uang sekolah, buku dan seragam gratis SD-SMP, 1000 beasiswa prestasi pelajar dan mahasiswa, pendidikan orang basudara pertukaran pelajar, sarana olahraga desa.

Baca Juga  Belanda Temani Jerman ke Putaran Final Euro 2020

Berikut program 1000 perempuan desa mandiri, yakni bantuan modal usaha perempuan mandiri, pelatihan usaha perempuan mandiri.

“Kami juga memprogramkan Desa Produktif. Satu desa satu produk unggulan, satu desa satu badan usaha, smart desa. Juga program Layanan Dan Petani Unggul. Ketika terpilih, kurun waktu lima tahun kita akan memberikan bantuan kapal dan alat tangkap, bantuan pupuk, bibit dan alat pertanian. Bantuan modal kerja tani dan nelayan, membangun coldstirage serta penyediaan akses pasar hasil tangkap,” ujar mantan wakil ketua DPRD Bursel ini. (red)