“Kaum perempuan berhak untuk bertarung atau maju sebagai calon bupati dan ini semua didasari pada undang-undang, bukan beta maju sebagai pimpinan adat atau kawasan, soa dan raja. Tetapi beta maju sebagai pimpinan politik yang akan bertarung merebut kursi bupati dan jabatan bupati,” kata srikandi PDIP ini.
Menurut istri Bupati Buru Selatan Tagop Soulisa banyak isu provokatif menyerang dirinya maju sebagai calon bupati. Lawan politik memainkan isu perempuan tidak bisa menjadi bupati. Namun yang terjadi di di Indonesia, ada gubernur maupun walikota dari kaum perempuan. Bahkan Indonesia pernah dipimpin Mewagawati Soekarno Putri.
“Dong yang lain bilang perempuan balong bisa jadi seorang bupati di Buru Selatan, sementara perempuan sudah jadi tokoh pimpinan. Terbukti gubernur Jawa Timur itu perempuan, walikota Suarabaya itu perempuan, Ibu Megawati juga pernah jadi Presiden, Kades-Kades juga Perempuan. Kalau mereka bilang perempuan tidak bisa menjadi pemimpin, kalau bagitu kita jangan menyekolahkan katong pung anak perempuan lai karena tidak bisa menjadi pemimpin,” tegas mantan anggota DPRD Maluku ini dalam dialeg Ambon.
Sementara itu, calon Wabup Bursel Gerson Eliaser Selsily, mengajak masyarakat agar tidak termakan isu-isu murahan yang dimainkan lawan politik baik secara lisan maupun di media sosial. Politisi Partai Demokrat ini menyampaikan SMS-GES memiliki visi, misi dan program kerja yang sudah disiapkan.




