Soal Ucapan “Monyet” kepada Mahasiswa Seram Utara, GMKI Ultimatum Pemprov Maluku 1×24 Jam

oleh -103 Dilihat
Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon mengecam dugaan perlakuan merendahkan terhadap seorang mahasiswa asal pedalaman Pegunungan Seram Utara yang hendak menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

“Kalau memang tidak boleh bertemu Gubernur, sampaikan baik-baik. Panggil mahasiswanya, jelaskan bahwa surat tidak dapat diberikan secara langsung dan diarahkan melalui mekanisme yang ada,” tegas Renno saat dihubungi Porostimur.com, Senin (17/8/2026).

GMKI: Tegas Menjaga Protokol Tak Harus Menghina

Renno menilai mahasiswa tersebut bukan datang untuk melakukan demonstrasi ataupun mengganggu jalannya upacara. Ia disebut hadir sebagai perantara masyarakat yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan untuk menyampaikan pesan kepada gubernur.

Karena itu, apabila surat memang tidak dapat diserahkan secara langsung karena alasan protokol, pemerintah dinilai cukup mengarahkan mahasiswa tersebut melalui mekanisme administrasi yang tersedia.

“Tegas tidak harus kasar, menjaga keamanan tidak harus menghina, menjaga protokol tidak harus merendahkan pembawa aspirasi,” ujarnya.

GMKI juga meminta Pemprov Maluku memberikan klarifikasi mengenai identitas pihak yang diduga mengeluarkan ucapan tersebut. Permintaan itu dinilai penting karena pria yang terlihat dalam video disebut-sebut berada dalam lingkaran pengamanan gubernur.

Baca Juga  ATR/BPN Beri Kepastian Waktu Pengukuran Tanah Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal

Menurut Renno, persoalan tersebut harus dilihat secara objektif. Jika dugaan ucapan penghinaan terbukti, pihak yang bersangkutan harus mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai ketentuan yang berlaku.

No More Posts Available.

No more pages to load.